Wapres: UMKM Tidak Boleh Tercecer, Harus Jadi Bagian Transformasi Digital

Kompas.com - 06/04/2021, 12:20 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis (30/1/2020). Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/pd. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNASWakil Presiden Maruf Amin (tengah) ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis (30/1/2020). Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak semua pihak membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti arus digitalisasi.

Pasalnya saat pandemi Covid-19, masih banyak UMKM yang tersentuh platform penjualan secara digital.

Padahal, pandemi mempercepat transformasi digital, terlihat dari lonjakan penjualan online dan meningkatnya aktifitas usaha jasa pengiriman barang.

Baca juga: Ketua DPR: Segera Realisasikan Rasio Kredit UMKM di Atas 30 Persen

"UMKM tidak boleh tercecer dalam hal digitalisasi. UMKM harus menjadi bagian dalam transformasi ekonomi digital. Oleh karena itu, saya mengajak semuanya untuk bersama membantu UMKM mengikuti arus digitalisasi," kata Ma'ruf Amin dalam "CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit" secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Ma'ruf menuturkan, adanya pandemi membuat dunia usaha perlu, termasuk UMKM memanfaatkan momentum pertumbuhan dengan sebaik-baiknya.

Memanfaatkan momentum kemudian didukung oleh dorongan stimulus fiskal pemerintah melalui program PEN serta investasi, secara bersamaan akan mempercepat pemulihan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, pemerintah memberikan relaksasi PPnBM dengan uang muka 0 persen untuk pembelian mobil dan rumah.

Hal ini bertujuan mendorong permintaan masyarakat, khususnya kelas menengah ke atas agar pemulihan ekonomi lebih cepat kembali normal.

Baca juga: Pemerintah Bakal Naikkan Plafon KUR UMKM hingga Rp 20 Miliar

"Harapannya kebijakan-kebijakan ini memberikan multiplier effect kepada sektor ikutannya, mulai dari pemasok suku cadang, retail, pembayaran, hingga industri asuransi," ujar Ma'ruf.

Adapun saat ini, angka penularan Covid-19 sudah menurun yang membuat mobilitas masyarakat meningkat meski secara terbatas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.