Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Kontribusi Ekonomi Syariah

Kompas.com - 06/04/2021, 14:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya peran serta ekonomi dan keuangan syariah bagi pemulihan ekonomi nasional setelah dihantam pandemi Covid-19.

Bendahara negara itu menegaskan, ekonomi dan keuangan syariah hendaknya tidak terpisah dan eksklusif. Sebab, nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam ekonomi Islam cocok dengan permasalahan yang dialami negara saat ini.

"Dalam konteks pemahaman ini sekarang kita berpikir bagaimana kontribusi ekonomi keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi kita. Kita memahami dari sisi nilai ekonomi syariah, bagaimana value menjadi landasan dari behaviour dari umat islam," kata Sri Mulyani dalam webinar IAIE, Selasa (6/4/2021)

Baca juga: Dibuka 9 April, Ini Alur Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2021

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyebut, asas dan nilai yang ditekankan dalam ekonomi keuangan syariah cocok disandingkan dengan masalah middle income trap hingga pengentasan kemiskinan.

Asas-asas Islam yang dimaksud, antara lain asas keadilan, kejujuran, transparansi, tata kelola yang baik, dan asas berusaha semaksimal mungkin.

Bila asas itu dipraktekkan dengan baik, maka Indonesia diyakini mampu mengentaskan kemiskinan dan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

"Karena yang disebut middle income trap itu adalah tata kelola yang buruk. Tata kelola yang buruk itu biasanya tidak jujur, korupsi, tidak organize, tidak rapih, jadi cocok (ekonomi Islam) menjadi salah satu solusinya, value kita untuk bisa address issue middle income trap," papar Ani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga ingin instrumen dalam Islam, seperti zakat, infaq, wakaf, dan shodaqoh berperan dalam segala bentuk kepentingan yang sesuai asas, seperti penyaluran bantuan sosial (bansos).

Baca juga: Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17, Daftar Akun di prakerja.go.id

"Ini ada bansos tahun lalu yang besarannya Rp 120 triliun, wakaf zakat ada di mana? Bagaimana komplementaritasnya, bagaimana membuat sinergi sehingga dampaknya untuk membantu kelompok miskin menjadi lebih efektif, bagaimana kita bisa membantu masyarakat kita," sebut dia.

Untuk itu dia meminta, ekonomi islam bisa lebih berperan dalam pemulihan ekonomi nasional. Dia lantas mengajak ekonom muslim untuk membuat kajian besar dan mencari cara bagaimana ekonomi Islam dapat berperan aktif.

Apalagi Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

"Saya berharap ikhtiar semacam ini menjadi menu pembahasan di antara kita terus. sehingga Indonesia akan makin kaya pemikiran, supaya relevansi dari ekonomi Islam itu yang sifatnya inklusif dan memberikan solusi, dirasakan betul dan dilihat betul, dibuktikan," pungkasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut RI Bisa Didikte Asing jika SDM Tak Siap di Era Digital



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X