KABAR KADIN

Pulihkan Ekonomi, Waketum Kadin: UMKM Menjadi Fondasi

Kompas.com - 06/04/2021, 16:17 WIB
Waketum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid (tengah) bersama Ketua Umum Kadin Kalimantan Timur  Dayang Donna Faroek (kanan) dan Ketua Kadin Kota Samarinda Muhammad Ridwan (kiri). DOK. Kadin Waketum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid (tengah) bersama Ketua Umum Kadin Kalimantan Timur Dayang Donna Faroek (kanan) dan Ketua Kadin Kota Samarinda Muhammad Ridwan (kiri).
|

 

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 memberi dampak yang signifikan terhadap laju perekonomian nasional. Sepanjang pandemi, sektor usaha menjadi yang paling terdampak.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengatakan bahwa peran usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) penting untuk membantu Indonesia keluar dari situasi krisis.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara pelantikan Ketua dan Pengurus Kadin Kota Samarinda 2021-2026 di Hotel Mercure Samarinda, Senin (5/4/2021).

“Pemulihan ekonomi perlu didukung (oleh) fondasi UMKM yang kokoh. Kalau kita punya pengusaha UKM yang banyak, kita akan kuat,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Arsjad mengajak hadirin untuk menengok ke belakang saat krisis ekonomi 1998. Kala itu, hampir semua perusahaan besar terdampak. Namun, kelompok pengusaha UMKM justru dapat bertahan dan menguat. Hal tersebut akhirnya membantu Indonesia keluar dari keterpurukan ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Masuk Bursa Caketum Kadin, Arsjad Rasjid Dapat Dukungan Mendag dan Kepala BKPM

Lantaran hal tersebut, lanjutnya, Kadin juga mendorong terbentuknya pengusaha-pengusaha baru. Dengan demikian, banyak lapangan kerja baru terbuka.

Namun, situasi keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis ekonomi 1998.

Mengenai krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19, data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimuat dalam Analisis Hasil Survei Pandemi Covid-19 terhadap Pelaku Usaha mengemukakan bahwa umumnya, 8 dari setiap 10 perusahaan mengalami penurunan pendapatan.

Pada 2020, penurunan pendapatan perusahaan berskala besar dan menengah mencapai 82,29 persen. Penyebabnya adalah penurunan permintaan akibat pelanggan dan klien terdampak pandemi Covid-19 hingga kesulitan operasional usaha.

Dampak yang serupa juga dialami oleh pengusaha di sektor UMKM. Menurut data Asian Development Bank per Juli 2020, sebanyak 48,6 persen dari 64,2 juta unit UMKM di Indonesia harus menutup usahanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.