Sri Mulyani: Kondisi Ekonomi 2020 Terburuk dalam 150 Tahun Terakhir

Kompas.com - 06/04/2021, 17:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pertumbuhan ekonomi tahun 2020 merupakan yang terburuk sejak 150 tahun terakhir. Tercatat, ada 170 negara di dunia yang mengalami kontraksi akibat Covid-19.

Hal ini membuktikan Covid-19 tidak memandang bulu. Semua negara dipaksa untuk memformulasikan kebijakan yang sesuai dan extraordinary. Kebijakan harus menanggulangi masalah di bidang kesehatan dan berefek pada pemulihan ekonomi.

"Sebanyak 170 negara mengalami kontraksi ekonomi, dan ini (kondisi ekonomi 2020) adalah kondisi terburuk dalam 150 tahun terakhir," kata Sri Mulyani dalam webinar IAIE, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Cocok untuk Para Sultan, 126 Unit Apartemen Ini Dilelang Rp 180 Miliar

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengatakan, Indonesia termasuk satu dari 170 negara yang mengalami kontraksi. Sepanjang tahun 2020, ekonomi RI mencatat terkontraksi -2,07 persen. Kontraksi dimulai pada kuartal II 2020 yakni -5,3 persen.

Jika dilihat dari tingkat keparahannya, Indonesia masih lebih baik dari negara-negara lain, seperti negara di lingkaran G20, negara ASEAN, hingga negara-negara Islam.

"Saya sering melakukan pembandingan, supaya kita tahu karena hidup itu ada perspektif, kita tidak hidup sendiri. Supaya kita bisa punya sense di mana kita berada," ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri Mulyani lantas memerinci, negara-negara yang masuk dalam jajaran negara G20 terkontraksi lebih dalam. Perancis -9 persen, India -8 persen, Italia -9,2 persen, Meksiko -8,5 persen, Inggris -10 persen, Kanada -5,5 persen, Brazil -4,5 persen, dan Arab Saudi -3,9 persen.

Begitu pula ketika dibandingkan dengan negara ASEAN. Singapura -6 persen, Filipina -9,6 persen, Thailand -6,6 persen, dan Malaysia -5,8 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Kontribusi Ekonomi Syariah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.