Perempuan Jadi Pimpinan BUMN, Erick Thohir: Saya Minta di 2021 Bisa Mencapai 15 Persen

Kompas.com - 07/04/2021, 14:37 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (kedua dari kiri) saat memimpin launching program Plasma BUMN Untuk
Indonesia, bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Direktur Utama Pertamina Nicke
Widyawati, Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (tengah belakang), serta beberapa
direksi perusahaan BUMN bertempat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (8/2). DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (kedua dari kiri) saat memimpin launching program Plasma BUMN Untuk Indonesia, bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (tengah belakang), serta beberapa direksi perusahaan BUMN bertempat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (8/2).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan porsi kepemimpinan wanita di jajaran direksi BUMN sebanyak 15 persen dapat terpenuhi pada tahun ini.

"Kepemimpinan perempuan di BUMN yang sekarang masih 11 persen, saya minta di 2021 bisa mencapai 15 persen," ujarnya dalam konferensi pers pelantikan pengurus baru Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Rabu (7/4/2021).

Menurut dia, kepemimpinan wanita di perusahaan-perusahaan pelat merah menjadi penting dalam transformasi BUMN. Bahkan, keterwakilan wanita menjadi salah satu unsur penilaiannya terhadap kinerja BUMN.

Baca juga: Erick Thohir Sebut Pakai Kompor Listrik Bisa Hemat 20 Persen, Bagaimana Hitungannya?

Oleh sebab itu, Erick ingin porsi kepemimpinan wanita di perusahan BUMN bisa terus meningkat setiap tahunnya.

"Tahun 2023 harus mencapai 20 persen untuk kepemimpinan perempuan," ucap dia.

Erick pun meminta FHCI yang merupakan forum bagi sumber daya manusia (SDM) di perusahaan BUMN, bisa menyediakan pelatihan kepemimpinan yang memang dikhususkan bagi wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia bilang, pelatihan kepemimpinan tak bisa di generalisasi. Seperti wanita yang memang punya peran tak hanya aktif secara ekonomi tetapi juga sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya.

"Nah inilah, leadership ini juga training-trainingnya harus berubah. Bagaimana suasana di kerja di BUMN juga harus baik dan sehat untuk kepemimpinan wanita dan para pegawai wanita," ujarnya.

Erick menambahkan, para talenta BUMN saat ini tak hanya menghadapi tantangan dan dinamika perekonomian nasional, tetapi juga global. Maka ia ingin SDM di BUMN membudidayakan iklim kerja yang inovatif untuk menciptakan peluang bisnis, serta melakukan terobosan di era digital dan di masa mendatang.

“BUMN harus beradaptasi karena lanskap SDM sudah berubah. Kuncinya, para pengelola SDM di BUMN harus segera beraksi nyata menghadapi perubahan itu dengan menyiapkan berbagai pengembangan HR yang bersifat future readiness dalam menghadapi gejala perubahan manajemen, model bisnis atau gaya kepemimpinan,” demikian Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir Pelajari Cara Reformasi BUMN China

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.