Kompas.com - 07/04/2021, 18:29 WIB
Perahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREPerahu nelayan di Oesapa, Kota Kupang, NTT yang rusak terkena Badai Seroja


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor 44/PHBL/2021 sebagai tindak lanjut adanya bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Maklumat Pelayaran Kemenhub tersebut diterbitkan pada tanggal 6 April 2021 perihal waspada bahaya cuaca ekstrem dalam 7 hari ke depan. Demikian disampaikan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai KPLP Kemenhub, Ahmad.

“Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, diinstruksikan kepada seluruh Syahbandar agar meningkatkan pengawasan keselamatan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca setiap hari serta menyebarluaskan hasil pemantauan kepada pengguna jasa,” kata Ahmad, dalam keterangannya pada Rabu (6/4/2021).

Baca juga: Menhub Tegaskan Larangan Mudik Lebaran Tahun Ini Sudah Final

Jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran, Ahmad minta agar Syahbandar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hingga kondisi cuaca benar-benar aman untuk dilayari.

Begitu juga dengan kegiatan bongkar muat barang, ia menegaskan harus diawasi secara berkala agar pelaksanaannya tertib dan lancar.

Sejalan dengan itu, ia bilang bahwa para nakhoda juga memiliki kewajiban untuk memantau kondisi cuaca, baik itu sebelum ataupun selama berlayar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut penting agar nakhoda dapat mengantisipasi, mencatat, dan melaporkannya kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat.

“Apabila saat berlayar terjadi cuaca buruk, kapal harus segera berlindung di tempat yang lebih aman dan segera melaporkannya kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginfomasikan posisi dan kondisi kapal serta kondisi cuaca,” imbuhnya.

Baca juga: Seputar Larangan Mudik 2021: Masa Berlaku, Aturan, dan Pengecualian

Pihaknya berharap tidak ada kejadian kecelakaan kapal yang disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi. Meski begitu, kapal patroli KPLP dan kapal navigasi tetap disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di laut dan segera memberikan pertolongan terhadap kapal dan penumpang yang mengalami musibah.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, diperkirakan pada tanggal 5 - 11 April 2021, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi lebih dari 6 meter akan terjadi di Samudera Hindia, tepatnya di Selatan NTT.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.