Kompas.com - 08/04/2021, 12:16 WIB
Wisatawan lokal saat mendaki TWA Kawah Ijen  pasca dibuka pada Juli 2020 lalu BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMWisatawan lokal saat mendaki TWA Kawah Ijen pasca dibuka pada Juli 2020 lalu

JAKARTA, KOMPAS.com - Perekonomian Bali terkontraksi dalam sepanjang 2020 dengan minus 9,13 persen. Hal ini dikarenakan ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata.

Seperti diketahui, pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, ada tiga kunci utama yang perlu dilakukan untuk memulihkan ekonomi pariwisata Bali dalam jangka pendek.

Pertama, pengendalian pandemi Covid-19 di Bali itu sendiri. Sehingga aktivitas domestik bisa berangsung normal dan mendorong perekonomian.

Baca juga: Menperin Dorong Penerapan Kendaraan Listrik di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

"Pengendalian Covid-19 harus semakin baik, tapi tidak hanya di Bali, juga harus secara nasional," kata Luhut dalam acara Bali Economic & Investment Forum secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Kedua, dengan percepatan vaksinasi Covid-19 di Bali guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Saat ini pemerintah mengalokasikan 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca sebagai tambahan vaksin Covid-19 untuk Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, memperketat penerapan protokol kesehatan di Pulau Dewata tersebut, dengan melibatkan negara asal setiap wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini perlu dilakukan saat Bali sudah dibuka untuk para wisman.

"Kami memang sedang menjajaki negosiasi dengan beberapa negara untuk membuka travel bubble wisman dengan Bali," ungkap Luhut.

Ia menambahkan, secara jangka panjang perlu peningkatan fasilitas kesehatan untuk semakin menggaet wisatawan. Menurutnya, health tourism yang baik akan meningkatkan waktu tinggal wisatawan di Bali.

Hal ini akan dilakukan dengan membuka rumah sakit berstandar internasional. Selain itu, dilakukan pula dengan menjaga kelestarian sumber air dan pengelolaan sampah di Bali.

"Dengan health tourism yang berkembang, maka length of stay wisatawan yang datang akan lebih lama," jelas Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.