Kementan Dapat Tambahan Anggaran Rp 4,19 Triliun, Ini Rinciannya

Kompas.com - 08/04/2021, 14:17 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020). DOK. Humas KementanMenteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian mendapatkan tambahan anggaran belanja sebesar Rp 4,19 triliun pada 2021.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, anggaran ini akan digunakan untuk mendukung penyediaan pangan pada masa pandemi Covid-19 dan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021.

"Dari usul sebesar Rp 8,43 triliun Menteri Keuangan (Menkeu) melalui surat No.S-39/MK12/2021 tanggal 18 Maret 2021, menyetujui anggaran belanja tambahan untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 4,19 triliun," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: PNS Dilarang Mudik dan Cuti Lebaran, Kecuali...

Lebih lanjut dia memaparkan, anggaran ini rencananya akan dipakai untuk berbagai kegiatan seperti ketersediaan pangan sebesar Rp 3,42 triliun dan kegiatan padat karya sebesar Rp 771,25 miliar.

Syahrul merinci, Ditjen Tanaman Pangan akan mendapatkan Rp 1,95 triliun, Ditjen Holtikultura sebesar Rp 38,03 miliar, Ditjen Perkebunan Rp 337,31 miliar, Ditjen Pertenakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp 615,31 miliar.

"Lalu untuk Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian sebesar Rp 890,22 miliar, Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian sebesar Rp 234,2 miliar dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebesar Rp 128,25 miliar," ucapnya.

Baca juga: Bayar Listrik Bakal Lebih Mahal, Tarif 900 VA Diusulkan Naik Rp 18.000

Syahrul juga mengatakan akan ada beberapa kegiatan yang akan diimplementasikan seperti peningkatan komoditas tanaman pangan, peningkatan komoditas holtikultura seperti alpukat, durian dan peningkatan komoditas perkebunan seperti tebu, kelapa dan kopi.

Dengan tambahan anggaran tersebut, lanjut Syahrul, pagu anggaran Kementan telah naik dari Rp 15,51 triliun menjadi Rp 19,71 triliun. Demikian pula dengan alokasi anggaran di beberapa Eselon I juga ikut mengalami perubahan.

"Seperti Ditjen Tanaman Pangan menjadi Rp 5,18 triliun, Ditjen Holtikultura menjadi Rp 813,42 miliar, Ditjen Perkebunan menjadi Rp 1,34 triliun, Ditjen Perternakan dan Kesehatan Hewan menjadi Rp 1,99 triliun, Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian menjadi Rp 4,43 triliun, Badan Perlindungan dan Pengembangan Pertanian menjadi Rp 1,47 triliun, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menjadi Rp 1,21 triliun," jelas Syahrul.

Baca juga: Dukung Daerah Sentra Tanam Pangan, Kementan Siapkan Bantuan Alsintan Pra-Panen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X