[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Malam Mencekam dengan Siklon Tropis Seroja | Duka NTT, Duka Kita Semua

Kompas.com - 08/04/2021, 14:44 WIB
Siklon tropis Seroja pada 5 April 2021 pukul 01.00 WIB BMKGSiklon tropis Seroja pada 5 April 2021 pukul 01.00 WIB

KOMPASIANA---Siklon tropis seroja menerjang berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya sejumlah perumahan warga, fasilitas publik, dan bangunan lainnya rusak berat serta menimbulkan korban jiwa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan siklon tropis seroja mulai terpantau sejak Jumat (02/04/2021), di Laut Sawu, NTT.

Kemudian keesokannya, atau Sabtu (03/04/2021), siklon ini berada di Laut Timor sebelah Barat Daya Pulau Timor di mana permukaan laut di sana bersuhu di atas 30 derajat celcius. Artinya, berpotensi menumbuhkan bibit siklon tropis seroja ini.

Diketahui, siklon tropis terbentuk lantaran menghangatnya suhu permukaan laut hingga di atas 26,5 derajat celcius. Ditambah, kelembapan udara tergolong tinggi dan kecepatan angin vertikal melemah.

Selain mengenai siklon tropis seroja menerjang NTT, ada juga kisah Kompasianer Arnlod Adoe yang merasakan langsung saat sikon tropis ini berlangsung.

Berikut 3 konten dan populer terkait sikon tropis seroja di Kompasiana:

1. Pengalaman Malam Mencekam dengan Siklon Seroja

Kompasianer Arnold Adoe mengungkapkan pengalamannya saat sikon tropis seroja menerjang NTT.

Berdasarkan ceritanya, saat itu terjadi suasananya mencekam disertai listrik padam, langit gelap gulita dengan angin besar, serta hujan lebat.

Ia mengatakan atap rumah seperti digoyang-goyang oleh raksasa, bunyi hujan seperti sekumpulan lebah dan atap seng yang ditampis air serta angin memekikakn telinga.

"Pukul 2 dinihari, saya sudah pasrah, atap seng terlepas satu persatu, pohon tumbang menghajar kanopi, saya tidak keluar rumah, memilih di dalam rumah dalam gelap menakutkan itu," tulis Kompasianer Arnold Adoe. (Baca selengkapnya)

2. Mengenal Siklon Tropis Seroja, Bunga yang Telah Menebar Aroma Kehancuran di NTT

Kompasianer Charles Emanuel mengatakan, berdasarkan yang ia tahu, di Kupang, NTT, belum pernah diterjang bencana sedahsyat ini, meski hujan yang lebat disertai petir tidak sekali-dua kali hadir.

Angin kencang pun demikian. Namun, menurutnya, baru kali ini hujan berlangsung tanpa henti disertai hempasan angin sekencang itu.

"Kalaupun pernah terjadi, dampaknya tidak separah ini," ungkapnya.

Siklon tropis ini terbentuk di atas lautan luas, bersuhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat Celcius.

Kekuatan angin di dekat pusatnya begitu hebat. Kecepatannya mencapai lebih dari 63 km/jam. Durasinya tidak singkat... (Baca selengkapnya)

3. Duka NTT, Duka Kita Semua, Ayo Galang Bantuan!

Kompasianer Iwan Rinalid Sikumbang mengatakan, bencana di NTT merupakan duka kita semua.

Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia jangan sampai NTT berduka sendiri. Harus ada upaya untuk membuat NTT kembali bersinar.

Karenanya, bantuan secara swadaya masyarakat dalam skala nasional sangat diharapkan.

"Bagi mereka yang telah pernah ke NTT pasti sepakat, bahwa NTT pantas dikatakan sebagai surga tersembunyi," ujarnya. (Baca selengkapnya) (IBS)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X