Kemenkop UKM Targetkan UMKM Berkontribusi 65 Persen dari PDB pada 2024

Kompas.com - 08/04/2021, 15:43 WIB
Teten Masduki saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Webinar Series IMA bertema Kebijakan Pemerintah untuk UKM, yang disampaikan secara daring, Senin (29/3/2021). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMTeten Masduki saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Webinar Series IMA bertema Kebijakan Pemerintah untuk UKM, yang disampaikan secara daring, Senin (29/3/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menetapkan tujuh target kerja Kemenkop UKM hingga tahun 2024 dalam Rapat Koordinasi Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2021 di Yogyakarta.

Adapun target Kemenkop UKM hingga tahun 2024 mencakup peningkatan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 65 persen, peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen, dan peningkatan kontribusi ekspor UMKM menjadi 17 persen.

Selain itu, Teten juga menargetkan akan melahirkan 3.500 startup berbasis teknologi dan Informasi, melahirkan 500 koperasi modern, menjadikan lebih dari 10 juta usaha mikro bertransformasi ke sektor formal, serta peningkatan rasio menjadi 4 persen.

Baca juga: Ini Kendala Ekspor Produk UMKM

“Upaya pencapaian target tersebut tidak akan berjalan tanpa koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” ucap Teten dalam siaran pers, Kamis (8/4/2021).

Tidak hanya itu, Teten juga menetapkan empat agenda transformasi Kemenkop UKM, mencakup transformasi usaha sektor Informal ke formal, transformasi ke dalam rantai pasok, transformasi digital, dan modernisasi koperasi.

Dengan target dan agenda transformasi tersebut, Teten berhadap UMKM bisa memberi kontribusi positif dalam perekonomian nasional.

“Semoga sinergi produktif ini memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” ujar Teten.

Sebagai informasi, saat ini rasio kewirausahaan nasional yang sudah eksis berada di posisi 3,47 persen, lebih rendah dibanding negara-negara ASEAN seperti Singapura 8,76 persen, Thailand 4,26 persen dan Malaysia 4,74 persen.

Baca juga: Banyak UMKM Belum Terima Bantuan, Sri Mulyani Akui Eksekusinya Tersendat

Di sisi lain, kontribusi UMKM terhadap ekspor hanya 14,37 persen, lebih rendah dibanding negara lain, seperti Singapura 41 persen, Malaysia 18 persen, Thailand 29 persen, Jepang 25 persen, dan China 60 persen.

“Melihat proporsi dan peran KUMKM dalam perekonomian nasional, maka diperlukan peningkatan kerja terpadu, harmoni dan sinergi antarkementerian dan lembaga, bersama dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM seluruh Indonesia, agar mampu mendorong pertumbuhan dan berkembangnya koperasi dan UMKM,” jelas Teten.

Sejalan hal tersebut, Kemenkop UKM pada tahun 2021 telah melaksanakan rintisan program dan kegiatan.

Sementara pada tahun 2022 Kemenkop UKM akan melanjutkan kegiatan prioritas atas mandat PP Nomor 7 Tahun 2021, mulai dari penanggungan biaya, pembinaan, serta pendampingan usaha mikro dalam perizinan usaha dan bantuan hukum.

Baca juga: BLT UMKM 2021 Sasar 12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro

Selanjutnya, Kemenkop UKM juga akan memanfaatkan 30 persen infrastruktur publik untuk tempat pengembangan usaha dan promosi UMKM, mengimplementasikan alokasi 40 persen belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah bagi UMKM, serta penyelenggaraan basis data tunggal UMKM.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | 'Strict Parents', Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | "Strict Parents", Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

Rilis
Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X