Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan Subsidi Bunga KUR hingga Akhir 2021

Kompas.com - 08/04/2021, 20:30 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah menggodok opsi perpanjangan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen untuk UMKM hingga Desember 2021.

Saat ini, subsidi bunga 3 persen UMKM hanya berlaku hingga Juni 2021. Anggaran subsidi bunga KUR yang disediakan sebesar Rp7,6 triliun.

"Pemerintah terus mendorong bunga KUR sebesar 3 persen, sedang kita dorong 3 persen ini akan segera diperpanjang tidak hanya sampai bulan Juni tapi sampai Desember," kata Airlangga dalam Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Hindari Joki, Seleksi CPNS akan Gunakan Identifikasi Wajah

Pertimbangan ini dikaji bersamaan dengan penambahan besaran plafon KUR tanpa jaminan. Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan KUR tanpa jaminan menjadi Rp 100 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta.

Tak hanya KUR tanpa jaminan, kredit UMKM dengan plafon antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar pun ditingkatkan besarannya menjadi Rp 20 miliar. Kedua bunga KUR yang plafonnya ditingkatkan tengah diusahakan tetap bersaing.

"KUR akan di-review terkait tingkat suku bunga. Arahan Pak Presiden apakah bisa terus suku bunga dipertahankan 6 persen," tuturnya.

Adapun penyesuaian KUR dilakukan lantaran target porsi pembiayaan UMKM lebih dari 30 persen tahun 2024. Saat ini, porsi pembiayaan UMKM berada di level 18 persen-20 persen.

Untuk tahun 2021, pemerintah meningkatkan plafon KUR sebesar Rp 253 triliun. Angka ini meningkat dibanding plafon sebelumnya yakni Rp 220 triliun.

"Sementara KUR yang tahun lalu mencapai target 104 persen. Dari Rp 190 triliun capaiannya Rp 198 triliun, sehingga tahun ini ditingkatkan menjadi Rp 253 triliun, tentu dengan jumlah nasabah mendekati 6 juta," ungkapnya.

Baca juga: Peraturan Terbit, Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran Tahun Ini

Lebih lanjut dia berharap, berbagai bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh alumni Kartu Prakerja. Asal tahu saja, alumni Kartu Prakerja yang berwirausaha berkesempatan mendapat KUR Super Mikro dengan besaran Rp 10 juta.

Dia berharap, wirausaha-wirausaha baru ini bisa terus bertahan 2-4 tahun ke depan kemudian menjadi pelaku usaha yang naik kelas sehingga bisa mengakses plafon kredit yang lebih besar lagi.

"Semakin banyaknya modal kerja (yang disalurkan kepada) para alumni akan jadi pengusaha tangguh, 2-4 tahun ke depan harapannya akan ketemu dan jadi nasabah andalan. KUR adalah pinjaman, bukan bansos. Jadi mesti dibayar," pungkas dia.

Baca juga: Alumni Kartu Prakerja Bisa Dapat Pinjaman Rp 10 Juta, Segera Cek SMS



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X