KILAS

Adakan Pertemuan Virtual, Indonesia-Taiwan Kaji Pembebasan Biaya Penempatan PMI

Kompas.com - 08/04/2021, 20:32 WIB
Dokumentasi pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanDokumentasi pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021).

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia bersama otoritas Taiwan membahas pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dalam pertemuan virtual bertajuk Joint Task Force Indonesia-Taiwan di Jakarta pada Kamis (8/4/2021).

Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti pertemuan virtual antara Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) dengan Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta, pada Kamis (18/3/2021).

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi selaku ketua delegasi mengungkapkan, pertemuan tersebut sangat penting bagi Indonesia dan Taiwan, guna mengevaluasi perekrutan, penempatan, dan pelindungan bagi PMI.

Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan dan memberlakukan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan PMI.

Baca juga: Hipmi: Angka Stunting Tinggi Sebabkan Kualitas Tenaga Kerja Rendah

“Sejak itu, terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam tata kelola penempatan dan pelindungan PMI yang telah diatur dalam undang-undang tersebut,” jelas Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis.

Perubahan tata kelola itu, kata dia, bertujuan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja migran, sehingga mereka dapat bekerja dengan layak, serta terlindungi dengan baik.

Anwar mengungkapkan, salah satu poin yang diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017, yaitu Pasal 30 yang mengamanatkan bahwa setiap PMI tidak boleh dibebankan biaya penempatan.

Adapun pengaturan biaya penempatan diatur dalam Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya Penempatan PMI.

Baca juga: Kemenperin: Ada Gap 2,5 Juta Tenaga Kerja Industri pada 2024

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021).Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021).

“Tujuan utama dari pengaturan pembebasan biaya penempatan ini adalah untuk menghilangkan adanya praktik overcharge yang selama ini terjadi dan sangat merugikan PMI,” tutur Anwar.

Ia juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut Pemerintah Indonesia bermaksud untuk memperoleh tanggapan dari pihak Taiwan mengenai kebijakan pembebasan biaya penempatan, sekaligus mendiskusikan beberapa isu lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Utang Membengkak, Pemerintah Diminta Agresif Tarik Pajak Digital

Utang Membengkak, Pemerintah Diminta Agresif Tarik Pajak Digital

Whats New
Berlaku Besok, Ini Tarif Baru Layanan Petikemas di Tanjung Priok

Berlaku Besok, Ini Tarif Baru Layanan Petikemas di Tanjung Priok

Whats New
Hypermart dan Giant Tebar Promo, Ada Diskon hingga 35 Persen

Hypermart dan Giant Tebar Promo, Ada Diskon hingga 35 Persen

Spend Smart
Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp 152,14 Triliun untuk Ramadhan dan Lebaran

Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp 152,14 Triliun untuk Ramadhan dan Lebaran

Whats New
Tak Terduga, Ekonomi Singapura Tumbuh 0,2 Persen di Kuartal I-2021

Tak Terduga, Ekonomi Singapura Tumbuh 0,2 Persen di Kuartal I-2021

Whats New
Hari Kedua Puasa, Berikut Harga Gula, Terigu, Bawang, dan Ayam Ras

Hari Kedua Puasa, Berikut Harga Gula, Terigu, Bawang, dan Ayam Ras

Whats New
Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Transformasi Teknologi 4.0

Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Transformasi Teknologi 4.0

BrandzView
BRI Pamit dari Aceh, Begini Hukum Transaksi Keuangan di Serambi Mekah

BRI Pamit dari Aceh, Begini Hukum Transaksi Keuangan di Serambi Mekah

Whats New
Fokus Berjualan Daring Selama Pandemi, Merek Sneakers Asal Klaten Tembus Pasar Global

Fokus Berjualan Daring Selama Pandemi, Merek Sneakers Asal Klaten Tembus Pasar Global

Earn Smart
Produsen Pocari Sweat Buka Banyak Lowongan untuk Fresh Gradute, Tertarik?

Produsen Pocari Sweat Buka Banyak Lowongan untuk Fresh Gradute, Tertarik?

Whats New
Syailendra Capital: Industri Reksa Dana Bisa Tumbuh 10 Persen Tahun Ini

Syailendra Capital: Industri Reksa Dana Bisa Tumbuh 10 Persen Tahun Ini

Whats New
Selain Grab, Traveloka Dikabarkan Juga Bakal IPO Via Perusahaan Cek Kosong?

Selain Grab, Traveloka Dikabarkan Juga Bakal IPO Via Perusahaan Cek Kosong?

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Membantu Anak Mempersiapkan Kembali ke Sekolah | Mengapa Ujian Bahasa Indonesia Jarang Mendapat 100?

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Membantu Anak Mempersiapkan Kembali ke Sekolah | Mengapa Ujian Bahasa Indonesia Jarang Mendapat 100?

Rilis
Benci Produk Luar Negeri Dinilai Datangkan Investasi, Kok Bisa?

Benci Produk Luar Negeri Dinilai Datangkan Investasi, Kok Bisa?

Whats New
Mau Buka Franchise Tahu Go? Ini Modal dan Syaratnya

Mau Buka Franchise Tahu Go? Ini Modal dan Syaratnya

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X