Aset Perusahaannya Disita Kejagung, Teddy Tjokrosapoetro: Operasional Lumpuh

Kompas.com - 08/04/2021, 20:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset milik PT Rimo International Lestari Tbk, berupa dokumen unit apartemen, aset tanah, mal dan hotel beserta dokumennya.

Berdasarkan keterbukaan informasi, dijelaskan bahwa penyitaan aset tersebut dijadikan sebagai bukti perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus PT Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan yang dikaitkan dengan Benny Tjokrosaputro.

Perusahaan dengan kode emiten RIMO ini merupakan milik adik kandung Benny Tjokro, yakni Teddy Tjokrosapoetro yang menjabat sebagai direktur utama.

Teddy pun menepis dugaan perusahaannya terlibat dalam kasus korupsi PT Asabri. Oleh karena itu, ia meminta kepada Kejagung untuk mengembalikan aset yang disita.

"Kasus hukum yang menimpa saudara Benny Tjokrosaputro dalam dugaan korupsi PT Asabri merupakan kasus pribadi yang bersangkutan. Perseroan dan semua entitas anak perusahaan tidak pernah melakukan hubungan kerja sama dalam bentuk apapun dengan PT Asabri. Oleh karena itu, perseroan berusaha agar aset yang sekarang dalam penyitaan dapat dikembalikan kepada perseroan," kata Teddy melalui keterangan tertulis yang ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Kesamaan Asabri-Jiwasraya: Limbung Karena Tersangkut Saham Gorengan

Ia mengungkapkan, tindakan penyitaan aset oleh Kejagung membuat operasional semua anak entitas perusahaan lumpuh sehingga tidak dapat melanjutkan rencana proyek pembangunan perumahan serta kepengurusan perizinan.

Ia juga mengatakan, lumpuhnya operasional perusahaan berdampak kepada kondisi keuangan perusahaan.

"Dengan lumpuhnya operasional dan disitanya sebagian besar aset entitas anak perseroan dan berhentinya semua proyek yang sedang direncanakan untuk dibangun ataupun yang sudah dibangun, maka dapat dipastikan kondisi keuangan perseroan akan lumpuh total," jelasnya.

Berikut daftar sembilan aset yang disita oleh Kejagung:

1. 18 unit apartemen South Hills yang belum terjual milik KSO DRK-MKP (PPI) dan beralamat di Jalan Denpasar Raya RT 016 / RW 04, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama PT Duta Regency Karunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.