Pertamina: Kilang Balongan Sudah Beroperasi Normal

Kompas.com - 09/04/2021, 16:05 WIB
Pertamina telah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran (damkar) Pertamina Group menangani kebakaran di area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Dok. PertaminaPertamina telah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran (damkar) Pertamina Group menangani kebakaran di area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat telah beroperasi normal usai terjadinya insiden kebakaraan di area Tangki T-301.

Seperti diketahui kebakaran di kilang minyak milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini terjadi pada pukul 00.45 WIB, Senin (29/3/2021) lalu.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, sempat dilakukan normal shut down pada saat terjadinya insiden untuk meminimalisir dampak. Kini tahapan start up pun telah dilakukan kembali.

Baca juga: Ada Bau Menyengat Sebelum Kebakaran Kilang Balongan, Ini Kata Pertamina

Tahapan start up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit).

Berikutnya dilakukan start up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi dan tanggal 7 April sudah beroperasi normal.

Serta pada unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM saat ini telah beroperasi normal.

"Dengan start up ini, Kilang Balongan akan memulai operasionalnya dan kembali memproduksi produk-produk kilang, diawali dengan produksi BBM," ujar Ifki dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Ia mengatakan, untuk alih supply saat ini mulai disesuaikan secara bertahap, seiring dengan mulai beroperasinya kilang Pertamina Balongan.

Sebelumnya, selama Kilang Pertamina Balongan belum beroperasi normal, pasokan BBM untuk Jakarta dipenuhi dari kilang Pertamina lainnya. Seperti Kilang Dumai, Cilacap, Balikpapan, dan Kilang TPPI Tuban dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi.

"Pertamina menjamin pasokan BBM tetap aman tanpa perlu melakukan impor tambahan," katanya.

Baca juga: Pertamina Percepat Proses Investigasi Kebakaran Kilang Balongan

Adapun Kilang Pertamina Balongan memiliki kapasitas pengolahan sebesar 125.000 barel per hari atau setara dengan 12 persen dari total kapasitas produksi nasional. Kilang ini punya peran strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM, terutama Premium, Pertamax, dan LPG.

Terlebih kilang ini memasok kebutuhan BBM untuk DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.

"Produk utama Kilang Pertamina Balongan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Avtur, LPG, dan Propylene, semuanya memiliki kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi perseroan maupun bagi negara," tutup Ifki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X