Petani Tebu Mengeluhkan Sulitnya Mendapatkan Stimulus dari Pemerintah

Kompas.com - 09/04/2021, 18:56 WIB
Petani di kebun tebu di Desa Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/5/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetani di kebun tebu di Desa Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/5/2017).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk masyarakat Indonesia mulai dari para pekerja, pengusaha hingga para petani.

Hanya saja banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa stimulus tersebut tidak bisa dirasakan manfaatnya secara merata.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoem menilai stimulus tersebut tidak efektif lantaran banyak para petani yang tidak bisa merasakan manfaatnya.

Baca juga: Ini Penyebab Utang BUMN Karya Membengkak versi Said Didu

"Misalnya saja ada stimulus relaksasi, bilamana terjadi pinjaman KUR, pelunasan bisa ditunda hingga 1 tahun, kami berharap itu terjadi tapi nyatanya banyak petani tebu yang menyatakan belum waktunya melunasi, tapi (disuruh) harus melunasi," ujarnya dalam acara Rakernas APTRI yang disiarkan secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Tak hanya itu, Soemitro mengatakan, stimulus pemerintah yang memberikan pengurangan bunga pinjaman bagi pengusaha yang memiliki total aset di bawah Rp 5 miliar, juga tidak dirasakan manfaatnya oleh para pengusaha tebu.

"Itu kami tunggu tapi enggak juga kami rasakan," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal kata dia, banyak sekali para petani tebu berharap stimulus ini bisa dirasakan sehingga bisa meningkatkan akvitas usaha yang akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi gula tebu.

"Harapannya begitu, kami mohon petani tebu mendapatkan perhatian supaya bantuannya bisa kita rasakan dan meningkatkan produksi usaha kita," ucap dia.

Baca juga: Ditjen Pajak Tebar Surat Cinta untuk Para Wajib Pajak



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.