Kemenaker Lakukan Penyederhanaan Birokrasi ASN

Kompas.com - 09/04/2021, 21:24 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanSekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam pertemuan virtual Joint Task Force Indonesia - Taiwan di Jakarta, pada Kamis (8/4/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mendukung fokus reformasi birokrasi, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan perampingan struktur jabatan di lingkungan Kemenaker.

Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi mengatakan, perampingan akan lebih memudahkan birokrasi dalam mengelola dan membina SDM yang kompeten dan profesional.

“Hal ini menjadikan kita lebih fokus dalam mengelola dan membina SDM ASN Ketenagakerjaan yang kompeten dan profesional baik yang diperuntukan bagi Kemenaker, kementerian/lembaga lain, maupun pemerintah daerah,” kata Anwar dalam siaran pers, Jumat (9/4/2021).

Anwar menjelaskan, reformasi birokrasi dilakukan dengan merombak sejumlah jabatan struktural menjadi jabatan fungsional. Baik yang berada di kantor pusat maupun unit pelaksana teknis pusat (UPTP) di daerah.

Baca juga: Sri Mulyani Perluas Penjaminan Industri Hotel hingga Restoran

Dengan adanya reformasi birokrasi ini, Kemenaker mengaku lebih fokus dalam mengelola dan membina SDM ASN.

Adapun empat jabatan fungsional yang pembinaannya ada di Kemenaker adalah instruktur, pengawas ketenagakerjaan, mediator, dan pengantar kerja.

“Jabatan-jabatan ini adalah SDM yang dibutuhkan di dunia ketenagakerjaan. Mereka ini tidak hanya bertempat di Kemenaker, namun juga di kementerian/lembaga lain, serta di Pemda,” jelasnya.

Anwar menambahkan, selain reformasi birokrasi, pihaknya juga telah menerapkan reformasi BLK. Reformasi ini bertujuan untuk menjadikan pelatihan vokasi melalui BLK sebagai icon Kemenaker.

Dalam reformasi BLK, Kemenaker menerapkan 6R yaitu reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship.

Anwar berharap, kedua reformasi ini meningkatkan kualitas SDM ketenagakerjaan untuk mendukung menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih baik.

"Saya ingin kita semakin bangga, semakin senang, untuk bekerja di tempat ini. Sehingga kita semakin memberikan yang terbaik bagi BLK, utamanya Kemnaker," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Ingin Penggunaan GeNose Diperluas di Destinasi Wisata



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X