Pemerintah China Denda Grup Alibaba Rp 40,6 Triliun, Mengapa?

Kompas.com - 10/04/2021, 15:40 WIB
Kantor Alibaba. postandparcel.infoKantor Alibaba.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengenakan denda terhadap raksasa e-commerce asal China, Alibaba, sebesar 18,23 yuan atau 2,8 miliar dollar AS.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 40,6 triliun (kurs Rp 14.500). Nilai denda yang dibebankan kepada perusahaan tersebut setara dengan 4 persen dari keseluruhan pendapatan perusahaan di tahun 2019.

Hukuman denda tersebut dikenakan berdasarkan hasil investigasi regulator setempat yang menunjukkan raksasa teknologi tersebut telah menyalahgunakan wewenang dominasi pasar yang mereka miliki.

Baca juga: Pinduoduo, Raksasa Baru E-Commerce China yang Mulai Saingi Alibaba

Dilansir dari CNBC, Sabtu (10/4/2021) regulator telah membuka penyelidikan praktik monopoli perusahaan pada Desember lalu.

Fokus utama dari proses investigasi yakni praktik perusahaan yang memaksa pedagang yang menjual produk mereka di Alibaba untuk memiliki satu dari dua platform raksasa e-commerce yang ada di China, alih-alih bisa bekerja sama dengan kedua belah pihak.

Dalam keterangan tertulisnya, State Administration for Market Regulation (SAMR) China menyatakan kebijakan tersebut menyebabkan persaingan usaha yang tidak sehat di pasar ritel online China.

Selain itu, praktik tersebut juga dinilai hak bisnis pedagang serta kepentingan konsumen yang sah.

Dengan kebijakan yang menyatakan merchant atau pedagang untuk memilih menggunakan platform Alibaba saja atau menggunakan platform lain menyebabkan perusahaan memiliki kuasa penuh atas posisi mereka di pasar.

Selain itu, perusahaan pun mendapat keuntungan dari praktik persaingan usaha yang tidak adil.

Baca juga: Alibaba Jalani Investigasi atas Dugaan Praktik Monopoli

Selain denda, regulator juga mengatakan Alibaba harus mengajukan pemeriksaan sendiri dan laporan kepatuhan ke SAMR dalam tiga tahun.

Perusahaan yang didirikan Jack Ma tersebut dalam keterangan tertulis mengatakan menerima hukuman dan akan menjalankan keputusan SAMR.

Alibaba mengatakan akan bekerja sama dengan proses investigasi serta melaksanakan pemeriksaan sekaligus telah melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan sistem internal perusahaan.

"Alibaba tidak akan mencapai pertumbuhaan saat ini tanpa mematuhi aturan pemerintah, serta menerima kritik, toleransi, serta dukungan dari berbagai konstutsi yang memiliki peran penting terhadap perkembangan kami," tulis Alibaba dalam keterangan mereka.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permintaan Tanaman Hias Tinggi di Taiwan

Permintaan Tanaman Hias Tinggi di Taiwan

Whats New
Kemendag Bakal Genjot Ekspor ke Taiwan karena Daya Beli Tinggi

Kemendag Bakal Genjot Ekspor ke Taiwan karena Daya Beli Tinggi

Whats New
Pegawai KPK Beralih Jadi ASN, Menpan-RB: Gajinya Bisa Naik

Pegawai KPK Beralih Jadi ASN, Menpan-RB: Gajinya Bisa Naik

Whats New
Simak Kinerja 3 Bank Besar pada Kuartal I-2021, Siapa Paling Baik?

Simak Kinerja 3 Bank Besar pada Kuartal I-2021, Siapa Paling Baik?

Whats New
ShopeePay Tebar Cashback hingga 90 Persen

ShopeePay Tebar Cashback hingga 90 Persen

Spend Smart
KKP Izinkan Kapal Ikan Eks Asing Beroperasi di Laut RI, Begini Ketentuannya

KKP Izinkan Kapal Ikan Eks Asing Beroperasi di Laut RI, Begini Ketentuannya

Whats New
Meski Bakal Diizinkan, KKP Tegaskan Belum Ada Satu Pun Izin Kapal Eks Asing Terbit

Meski Bakal Diizinkan, KKP Tegaskan Belum Ada Satu Pun Izin Kapal Eks Asing Terbit

Whats New
Suntikan Modal 300 Juta Dollar AS Telkomsel ke Gojek, Dongkrak Kinerja TelkomGroup

Suntikan Modal 300 Juta Dollar AS Telkomsel ke Gojek, Dongkrak Kinerja TelkomGroup

Rilis
Hingga Maret 2021, Penyaluran KUR di Sektor Kelautan dan Perikanan Sudah Separuh dari Target

Hingga Maret 2021, Penyaluran KUR di Sektor Kelautan dan Perikanan Sudah Separuh dari Target

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tetap Bersyukur bila Bekerja Saat Lebaran

[KURASI KOMPASIANA] Tetap Bersyukur bila Bekerja Saat Lebaran

Rilis
Gibran Rakabuming Dukung Program Rumah Melati Gagasan Korem 074 Warastratama dan Shopee

Gibran Rakabuming Dukung Program Rumah Melati Gagasan Korem 074 Warastratama dan Shopee

Whats New
Lewat OCTO Mobile, CIMB Niaga Fasilitasi Nasabah bagi Angpau Lebaran

Lewat OCTO Mobile, CIMB Niaga Fasilitasi Nasabah bagi Angpau Lebaran

Rilis
Harganya Melesat 400 Persen Setahun, Begini Cara Menambang Ethereum

Harganya Melesat 400 Persen Setahun, Begini Cara Menambang Ethereum

Earn Smart
H-2 Lebaran, Harga Daging Ayam dan Daging Sapi Merangkak Naik

H-2 Lebaran, Harga Daging Ayam dan Daging Sapi Merangkak Naik

Whats New
4.002 Gardu Terdampak Badai Seroja Diperbaiki, PLN: Listrik di NTT Pulih 100 Persen

4.002 Gardu Terdampak Badai Seroja Diperbaiki, PLN: Listrik di NTT Pulih 100 Persen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X