Berebut Renyahnya Pasar Milenial, Ramai-ramai Jadi Bank Digital

Kompas.com - 11/04/2021, 15:09 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Era neobank akan memberikan semua layanan secara online dan tidak mengandalkan kantor cabang fisik. Nasabah cukup menggunakan ponsel dan koneksi internet untuk membuka rekening atau mengakses layanan keuangan lainnya.

Hal tersebut tentu berbeda dengan digitalisasi bank, semisal mobile banking, karena pihak bank masih mempunyai dan mengandalkan kantor cabang.

Di Indonesia hadirnya bank digital bisa dikatakan melalui dua pola.

Pertama, bank melakukan transformasi model, strategi, dan produk bisnis. Bank dengan pola ini misalanya Jenius (BTPN), digibank (DBS Indonesia), Wokee (Bukopin), hingga Nyala (OCBC NISP).

Kedua, bank yang sejak awal dibentuk sebagai bank digital. Untuk pola ini, setidaknya ada 3 bank yang bersiap melayani masyarakat tahun ini, yakni Bank Digital BCA, Bank Neo Commerce, dan Bank Jago. Ketiga bank ini pun langsung membidik milenial sebagai pangsa pasar mereka.

Baca juga: BCA Akan Luncurkan Bank Digital, Apakah Mirip Fintech?

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memastikan, layanan bank digital yang merupakan konversi dari PT Bank Royal Indonesia itu, akan diluncurkan selambat-lambatnya pertengahan tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jahja menyebutkan, layanan bank digital tersebut akan melengkapi layanan perbankan BCA yang saat ini telah dioperasikan, sehingga dapat menyentuh berbagai kalangan nasabah.

“Tetapi kita lebih expect bahwa yang milenial ini akan masuk menjadi nasabah daripada digital bank ini,” ucap Jahja.

Senada, Dirut Neo Commerce Thandra Gunawan mengakui besarnya jumlah penduduk milenial Indonesia menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk menjadi bank digital.
“Generasi milenial, young generation menurut catatan saya ada 65 persen dari total populasi penduduk Indonesia. kami meliha ada kesempatan dan ada kebutuhan,”ucap Tjandra pada kesempatan yang sama.

Bank Neo Commerce sendiri merupakan nama baru dari Bank Yudha Bhakti setelah startup teknologi finansial (fintech) Akulaku menjadi pemegang saham terbesar pada pertengahan tahun lalu. Asal tahu saja, salah satu pemegang saham Akulaku adalah Alipay, yang merupakan bagian dari raksasa keuangan digital asal China, Ant Group Financial.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.