Berebut Renyahnya Pasar Milenial, Ramai-ramai Jadi Bank Digital

Kompas.com - 11/04/2021, 15:09 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

Meski demikian, Tjandra mengungkapkan pihaknya tidak akan hanya bergantung pada Akulaku, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku teknologi. "Tujuan kami adalah UMKM, itu adalah segmen kredit kami," ucapnya.

Sementara Dirut BCA Jahja Setiatmaja menyatakan, Bank Digital BCA pada tahap awal akan berfokus pada pendanaan dan pembayaran (funding and payment). Setelah itu, baru akan memasuki layanan peminjaman atau funding.

Namun Jahja mengakui, pihaknya masih akan mempelajari lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran peminjaman layanan BCA digital. Pasalnya, bank digital nantinya akan memiliki aturan berbeda dengan financial technology (fintech), yang notabenenya merupakan bagian dari industri keuangan nonbank. “Namanya bank beda dengan (fintech) peer to peer,” ucapnya.

Adapun bagi founder Bank Jago Jerry Ng, faktor penting dalam bank digital adalah kemampuan untuk menghadirkan bisnis model yang unik. Tidak bisa apa adanya dan tidak sekadar copy paste dari bisnis model yang ada.

Dia menuturkan, model bisnis Bank Jago mengadopsi model bisnis digital di AS, Eropa, dan Asia seperti China dan Korea Selatan. Model bisnis ini kemudian dibalut dengan keunikan yang ingin ditonjolkan Bank Jago.

Di Eropa dan AS, model bisnis yang ditonjolkan lebih banyak mengenai life centric, sehingga berbagai platform digital di negara maju itu dilengkapi dengan desain user interface dan user experience (UI/UX) yang sama canggih.

Adapun model bisnis di China dan Korea lebih mengacu pada penggabungan ekosistem sehingga mampu tumbuh lebih cepat. Keunggulan dari masing-masing model bisnis ini sebut Jerry, yang akhirnya diadopsi Bank Jago.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya juga belajar banyak waktu launch Jenius (BTPN) from nothing. Kita fokus di life centric solution, tetapi kerja sama dan berkolaborasi dengan ekosistem," ucap dia beberapa waktu lalu.

Dirut Bank Jago Kharim Indra Gupta Siregar menambahkan, keunikan bisnis model dan konsistensi menjadi faktor utama untuk bisa berkompetisi di era neobank.

“Keunikan sekaligus kekuatan Bank Jago terletak pada dua hal, technology base adopsi teknologi dan kemampuan untuk tertanam dalam ekosistem. Milenial itu life style. Jadi kita sekarang sudah pindah dari costumer centic, jadi life focus, apa yang relevan terhadap kehidupan costumer,” papar dia.

Nah akan menarik menunggu inovasi-inovasi para neobank ini. Dan tentunya pada akhirnya semua itu akan memanjakan masyarakat terutama para nasabah dalam beraktivitas.

Baca juga: Neobank di Indonesia Menjadi Ancaman bagi Lembaga Keuangan Lainnya?

 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.