Awas Main Layang-layang Sembarangan, Bisa Bikin Listrik Padam Total

Kompas.com - 11/04/2021, 15:25 WIB
Warga menerbangkan layangan naga raksasa di Jalur Jalan Lintas Selatan, Pantai Samas, Bantul, Sabtu (31/10/2020). Sebelumnya sempat viral video yang menunjukkan orang naik di atas layangan raksasa di sini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga menerbangkan layangan naga raksasa di Jalur Jalan Lintas Selatan, Pantai Samas, Bantul, Sabtu (31/10/2020). Sebelumnya sempat viral video yang menunjukkan orang naik di atas layangan raksasa di sini.


JAKARTA, KOMPAS.com – Bermain layang-layang atau layangan bisa berakibat fatal jika tidak dilakukan dengan berhati-hati, karena berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan listrik.

Main layangan memang masih banyak digandrungi di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan ada yang secara khusus menerbangkan layangan hias dengan desain unik untuk bersenang-senang.

Namun, jika sudah berhasil membuat layangan yang bagus, cara bermain layang-layang juga harus diperhatikan. Pasalnya, dampak permainan layang - layang saat ini masih menjadi ancaman serius untuk keandalan suplai listrik.

Baca juga: Simak Rencana Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli 2021, Ini Skenarionya

Setidaknya fenomena tersebut masih terjadi, misalnya di Kalimantan Barat (Kalbar). Betapa tidak, dari total gangguan listrik di Kalbar, mayoritas masih didominasi oleh dampak dari permainan layang-layang.

"Sejak Januari - Maret 2021 akibat permainan layangan karena tali kawat atau benang layang - layang yang menyangkut ke jaringan transmisi listrik sebanyak 34 kali,” ujar Manajer PLN UP3B Kalbar Doni Andrean di Pontianak, dikutip dari Antara pada Minggu (11/4/2021).

“Dari total gangguan yang ada itu memiliki porsi sekitar 75 persen," sambungnya, menjelaskan banyaknya porsi permainan ini yang mengganggu pasokan listrik.

Ia menyebut, pada 2021 ini terdapat tren gangguan yang meningkat. Terlebih, menjelang saat Ramadhan ini diperkirakan juga akan lebih tinggi lagi sebagaimana pola tahun - tahun sebelumnya.

Dikatakan, sepanjang 2020 lalu gangguan dampak layangan sebanyak 297 kali atau sekitar 70 persen dari gangguan lainnya.

Baca juga: Lengkap, 5 Skenario Penyesuaian Tarif Listrik Mulai 1 Juli 2021

"Saat pandemi Covid-19 kami lihat tren semakin meningkat. Tahun 2019 saja hanya 219. Sedangkan 2020 itu mencapai 297 kali gangguan. Tahun ini diprediksikan juga akan meningkat dan itu akan menjadi perhatian serius kami agar suplai listrik tidak terhambat atau mati total," katanya.

Ia mengatakan bahwa jaringan transmisi 150kV dan Gardu Induk (GI) di Kalbar saat ini sudah ditetapkan sebagai objek vital nasional. Objek vital nasional tersebut rentan terhadap tali layangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X