BUMN Ini Siap Serap 300.000 Ton Gabah Petani dengan Harga di Atas HPP

Kompas.com - 11/04/2021, 18:09 WIB
Asmui, Ketua Gapoktan Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat ditemui Kompas.com di gudang penampungan gabah dan penggilingan milik Gapoktan setempat, Sabtu (20/3/2021). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍAsmui, Ketua Gapoktan Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat ditemui Kompas.com di gudang penampungan gabah dan penggilingan milik Gapoktan setempat, Sabtu (20/3/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertani (Persero) siap menyerap setidaknya 300.000 ton gabah dari petani dengan harga di atas Harga Pokok Penjualan (HPP).

Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung, mengatakan, PT Pertani sebagai BUMN Pangan yang juga bergerak di bidang perberasan mempunyai potensi merealisasikan penyerapan optimal.

Dikatakan bahwa sarana dan prasarana PT Pertani (Persero) cukup besar serta seperti dryer dan Rice Milling Unit (RMU) yang tersebar secara nasional.

Baca juga: BPS Ungkap Indonesia Masih Impor Beras 356.286 Ton di 2020

Dengan kapasitas dryer rata-rata 30 ton per hari dan kapasitas RMU 2-3 ton per jam, Agung yakin PT Pertani bisa menyerap gabah petani hingga 300.000 ton.

Selain itu, potensi lainnya adalah adanya peluang pasar beras yang masih terbuka lebar khususnya antar pulau yang siap digarap PT Pertani.

Agung menambahkan, penyerapan gabah oleh Pertani bersifat komersial, sehingga pihaknya dapat membeli di atas HPP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penyerapan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) itu sifatnya public service obligation (PSO) dan harga telah ditentukan pemerintah. Sedangkan Pertani ini kita dorong penyerapan secara komersial,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Stok Beras Bulog 1 Juta Ton, Buwas: Mari Bicara Pakai Data

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengatakan, sebagai BUMN klaster pangan, Pertani konsen terhadap kesejahteraan petani pasca melalui pembelian harga di atas HPP.

Ini dilakukan guna mendukung kesejahteraan para petani agar petani tidak trauma dan dapat terus melakukan budidaya di panen yang akan datang.

“Hari ini kita off take dengan harga Rp 4.300. Di Banyuwangi dan Karawang harganya juga sama, untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri kita sudah serap 3.000 ton,” terang Maryono.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.