Digagas Bu Tien 48 Tahun Lalu, Bangun TMII Telan Rp 10,5 Miliar

Kompas.com - 11/04/2021, 18:38 WIB
Pengunjung keluar dari theater keong mas di TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPengunjung keluar dari theater keong mas di TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

Namun, setelah dilakukan penyusunan rencana induk atau master plan yang dilakukan oleh Biro Konsultan Nusa Konsiltan, biaya yang dibutuhkan menyusut menjadi Rp 10,5 miliar.
Setelah dipaparkan kepada publik, proyek MII tersebut memunculkan reaksi yang beragam.

Banyak golongan masyarakat yang menuntut penjelaskan lebih lanjut mengenai gagasan pembangunan TMII.

Untuk itu, Tien Soeharto pun melakukan beberapa dialog terbuka di depan umum yang dilakukan sebanyak empat kali, yakni:

  1. 9 Oktober 1971 di Bina Graha, dihadiri wakil pemerintah dan toko-tokoh pendidikan, kebudayaan, wartawan, seniman, dan lainnya.
  2. 1 Desember 1971 di gedung DPRD DKI Jakarta, dihadiri Gubernur seluruh Indoneisa diserai istri masing-masing yang sedang mengikuti rapat kerja di Jakarta.
  3. 15 Desember 1971 di Jalan Cendana No 8 Jakarta, di depan para waryawan dari berbagai harian dan majalah
  4. 7 Januari 1972 di gedung Kartika Chandra, dihadiri wakil-wakil dari Bappenas, para pengusaha, arsitek, wartawan, serta mahasiswa dan pelajar.

Baca juga: Moeldoko: Kita Patut Berterima Kasih ke Pak Soeharto dan Ibu Tien atas Ide TMII

Mulanya, berdasarkan hasil dari feasibility study yang dilakukan oleh Nusa Konsultan, disarankan agar Yayasan Harapan Kita membangun proyek Miniatur Indonesia Indah dalam waktu delapan tahun yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama memakan waktu dua hingga tiga tahun, tahap kedua empat hingga lima tahun.

Pada prosesnya, pembangunan TMII rampung dalam waktu kurang dari tiga tahun untuk tahap pertama dengan anggaran memakan Rp 4,5 miliar.

Kemudian di 20 April 1975, Taman Mini Indonesia Indah dibuka secara resmi oleh Presiden Soeharto.

Untuk selanjutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap melalui Program Induk 1983-1988 di bawah pimpinan General Manager Pelaksanaan Pengelolaan dan Pengusahaan TMII Sampurno.

Program Induk tersebut merupakan landasan pelaksanaan rpogram-program tahunan dalam jangka waktu lima tahun. Program tersebut meliputi pembinaan dan pengembangan anjungan-anjungan daerah di dalam TMII sampai dengan tahun 1988.

Baca juga: TMII Diambil Alih Negara, Ini Respons Yayasan Harapan Kita

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Whats New
Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.