KSPI: Masih Banyak Perusahaan Nunggak THR 2020, Ada yang Baru Bayar Rp 250.000

Kompas.com - 11/04/2021, 20:47 WIB
Ilustrasi buruh TRIBUNNEWS/DANY PERMANAIlustrasi buruh

JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan, masih banyak perusahaan yang belum melunasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di tahun 2020. Maka, pada tahun ini buruh menolak pembayaran THR dicicil kembali.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, sedikitnya masih ada sekitar 1.487 pekerja dari 13 perusahaan yang belum mendapatkan hak pelunasan THR 2020, berdasarkan data Serikat Pekerja Nasional (SPN).

KSPI memperkirakan sekitar 54 perusahaan yang masih menunggak pembayaran THR.

Baca juga: Kapan THR PNS Cair? Ini Kata Kemenkeu

Padahal menurut Iqbal, dengan mulai pulihnya perekonomian dan banyaknya insentif yang diberikan pemerintah pada dunia usaha, membuat banyak pengusaha yang sebenarnya sudah mampu membayar penuh THR.

"Perusahaan-perusahaan yang mampu tapi berpura-pura tidak mampu ini banyak, THR-nya di 2020 belum dilunasi, masa 2021 mau dicicil lagi," ujarnya dalam konferens pers virtual, Minggu (11/4/2021).

Iqbal pun mengungkapkan beberapa perusahaan di wilayah Jakarta dan Banten yang masih belum melunasi pembayaran THR, bahkan ada yang baru membayarkan sebesar Rp 250.000. Ini berdasarkan data SPN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Jakarta saja yang masih nunggak THR 2020, itu ada PT Narawata Makmur baru di bayar 75 persen, kemudian PT Muroco baru dibayar 75 persen, dan yang parah di Jakarta itu ada PT SPF yang baru bayar THR-nya 15 persen," jelas dia.

"Bahkan ada juga yang lebih parah di Banten, yaitu PT Sejin Lestari baru bayar THR-nya Rp 250.000, berarti sisanya sampai saat ini belum dilunasi," imbuh Iqbal.

Ia bilang, mayoritas perusahaan yang menunggak pembayaran THR berasal dari industri padat karya (labor intensive) yakni tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman, hingga komponen elektronik.

Baca juga: Ini Prediksi Jadwal Pencairan THR bagi PNS di Tahun 2021


Meski demikian, Iqbal bilang, pada dasarnya buruh memaklumi perusahaan yang benar-benar terdampak seperti di sektor pariwisata. Oleh sebab itu, wajar bila pada sektor ini ada kesepakatan antara serikat pekerja dan perusahaan terkait THR.

"Itu wajar kalau kemudian ada kesepakatan bipartit, tetapi perlu melampirkan laporan keuangan yang menunjukkan kerugian perusahaan dua tahun berturut-turut," kata dia.

Pemerintah sebetulnya telah menetapkan sanksi yang akan dikenakan bagi perusahaan yang tidak melunasi pembayaran THR, meski sudah diberikan izin untuk mencicil. Namun, kata Iqbal, sampai saat ini tak ada perusahaan yang kena sanksi.

"Faktanya kami belum menerima data satu perusahaan pun yang dihukum atau diberi sanksi oleh Kemenaker. Sampai saat ini kami tanya, minta tunjukan satu perusahaan saja yang diberi sanksi bagi pelanggar aturan yang tidak bayar THR, tapi enggak ada juga," pungkas Iqbal.

Baca juga: THR PNS Cair, Kurang Efektif Dorong Konsumsi dan Ekonomi di Kuartal II 2021



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Whats New
Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

BrandzView
Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Whats New
Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Rilis
Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Whats New
Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Whats New
Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Whats New
Serukan Beli Produk Lokal, Iriana Jokowi Tantang UMKM Manfaatkan Peluang Untuk Dongkrak Penjualan

Serukan Beli Produk Lokal, Iriana Jokowi Tantang UMKM Manfaatkan Peluang Untuk Dongkrak Penjualan

Whats New
Luhut: Tunjukkan ke Dunia, Indonesia Bukan seperti 10 Tahun Lalu

Luhut: Tunjukkan ke Dunia, Indonesia Bukan seperti 10 Tahun Lalu

Whats New
Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split BCA

Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split BCA

Whats New
Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi 'Game Changer'

Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi "Game Changer"

Whats New
Belum Lama Melantai di BEI, Saham Bukalapak Masuk LQ45

Belum Lama Melantai di BEI, Saham Bukalapak Masuk LQ45

Whats New
Sampai Agustus 2021, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 550,6 Triliun

Sampai Agustus 2021, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 550,6 Triliun

Whats New
Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Whats New
Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.