Melirik Potensi Industri Tekstil dan Pakaian Nasional

Kompas.com - 12/04/2021, 05:12 WIB
Pabrik tekstil di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020). Dok. Humas Pemda SumedangPabrik tekstil di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020).

Oleh: Richard Andrew, SE, MM

DALAM salah satu artikel Kompas.com pada 4 Juli 2020, dikatakan bahwa tidak ada wadah yang menampilkan busana sebagai status seseorang.

Akibat hal ini, fungsi dari pakaian yang dahulu juga melambangkan citra, pamor dan status mayoritas berubah menjadi hanya sekadar untuk pelengkap tubuh manusia yang dipakai untuk alasan kenyamanan ataupun kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Walaupun demikian, hal ini dapat berubah kembali jika aktivitas kembali menjadi normal. Data yang dilansir Statista.com untuk tahun 2019-2020 menunjukkan bahwa sebagai salah satu dari 5 besar negara yang berpopulasi penduduk terbesar di dunia, hanya Indonesia yang tidak masuk dalam jajaran produsen kapas dunia. Padahal kita tahu bahwa kapas adalah salah satu komoditi utama yang banyak digunakan dalam industri tekstil dan pakaian dunia.

Tidak hanya itu, kebutuhan bahan baku lain juga banyak diimpor dari negara lain karena jumlah produsen lokal untuk bahan baku ini minim. Akibat dari hal ini jelas, industri tekstil besar mau tidak mau harus mengimpor dari negara lain.

Bahkan, untuk membuat bahan-bahan sintetik ataupun yang terbuat dari bahan hewani, seperti sutera dan wol, masih jarang digunakan. Padahal, secara jelas ada potensi yang besar dengan luas daratan yang masuk 15 besar dunia.

Baca juga: AS Perpanjang Fasilitas GSP, Peluang Genjot Ekspor Tekstil

Seperti yang diajarkan sejak kecil, sandang merupakan kebutuhan dasar manusia selain pangan dan papan.

Jika ukuran ini yang dilihat badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang ini, Industri Sandang Nusantara Persero bahkan belum termasuk BUMN papan atas nasional dan belum termasuk salah satu BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Industri hulu di sektor BUMN ini pun belum tampak potensinya.

Sebagai indikator pertumbuhan sektoral, perusahaan swasta yang bergerak pada industri tekstil dan pakaian memang lebih baik dengan ada 21 perusahaan yang terdaftar di BEI tetapi dari seluruh perusahaan tersebut ternyata masih ada saja yang tidak menggunakan instrumen digital secara optimal di tengah kondisi pascapandemi global ini.

Bisa dibayangkan tata kelola sektor ini secara umum bagi perusahaan yang belum terdaftar di BEI.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naik Rp 1.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 1.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Guru TK Diteror Debt Collector, Pahami Risiko Pinjam Uang lewat Pinjol Ilegal

Guru TK Diteror Debt Collector, Pahami Risiko Pinjam Uang lewat Pinjol Ilegal

Whats New
Menaker Ida Nyatakan Posko THR 2021 Catat 1.860 Laporan

Menaker Ida Nyatakan Posko THR 2021 Catat 1.860 Laporan

Rilis
IHSG Diproyeksi Masih Menguat, Berikut Saham yang Perlu Dicermati

IHSG Diproyeksi Masih Menguat, Berikut Saham yang Perlu Dicermati

Earn Smart
Mau Beli Rumah? Ini Daftar Harga Rumah Subsidi 2021

Mau Beli Rumah? Ini Daftar Harga Rumah Subsidi 2021

Whats New
China Resmi Larang Perdagangan Mata Uang Kripto

China Resmi Larang Perdagangan Mata Uang Kripto

Whats New
Setelah Lebaran, Harga Daging Ayam Justru Naik di Beberapa Provinsi

Setelah Lebaran, Harga Daging Ayam Justru Naik di Beberapa Provinsi

Whats New
OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

Whats New
BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

Rilis
Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Whats New
Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Whats New
3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

Spend Smart
Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | 'Mindfulness' dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | "Mindfulness" dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X