Profil Mohamed Bin Zayed yang Dijadikan Nama Jalan Tol Layang Cikampek

Kompas.com - 12/04/2021, 13:06 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan tengah berbincang dengan Putera Mahkota Abu Dhabi, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), di Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2020) Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan tengah berbincang dengan Putera Mahkota Abu Dhabi, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), di Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2020)

Pria kelahiran 11 Maret 1961 ini diangkat menjadi putra mahkota Abu Dhabi pada November 2004.

Selain mengendalikan investasi kerajaan, dia juga dikenal sebagai perwira militer yang sudah mengikuti berbagai pelatihan. Ia dikenal bisa menerbangkan helikopter hingga jadi penerjun payung.

Baca juga: PG Colomadu, Simbol Kekayaan Raja Jawa-Pengusaha Pribumi era Kolonial

Dalam pendidikan militernya, ia pernah mengenyam kursus militer di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, salah satu akademi militer paling prestisius di dunia.

Usai melalui berbagai kursus militer, ia pulang ke UEA dan bergabung dalam angkatan bersenjata.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain komandan di pasukan elit, sempat menjadi pilot AU, dan kini sebagai Wakil Angkatan Bersenjata UEA.

Mohamed Bin Zayed juga membantu mengembangkan Angkatan Bersenjata UEA dalam hal perencanaan strategis, pelatihan, struktur organisasi dan meningkatkan kemampuan pertahanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Daftar 7 BUMN Terbesar di Indonesia dari Sisi Aset, Siapa Juaranya?

Saat Irak menginvasi Kuwait yang kaya minyak dalam Perang Teluk 1991, MBZ adalah satu satu petinggi militer yang mendorong negaranya memborong banyak senjata dari Amerika Serikat.

Hal itu dilakukan guna berjaga-jaga apabila negaranya jadi sasaran Saddam Husain atau negara lainnya di kawasan Timur Tengah.

Meningkatkan kekuatan militer UEA sebenarnya mengganggu dominasi Arab Saudi yang juga sekutu utama AS dalam geopolitik Timur Tengah. Namun AS juga banyak diuntungkan dengan kebijakan UEA.

Militer UEA juga banyak diterjunkan membantu operasi militer AS di berbagai negara seperti Irak, Libya, dan Afganistan.

Baca juga: Profil Kang Dede, Komisaris Pelni dan Tim Medsos Jokowi Saat Pilpres

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.