Dana Kelolaan Industri Reksa Dana Kembali Turun pada Maret 2021

Kompas.com - 12/04/2021, 15:38 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) industri reksadana kembali mengalami penurunan pada bulan Maret.

Berdasarkan data dari Infovesta Utama, AUM industri reksa dana tercatat turun dari Rp 589,58 triliun pada Februari 2021 menjadi Rp 584,76 triliun atau turun sebesar 0,82 persen.

Dengan penurunan ini, maka AUM industri reksadana sudah terkoresi 5,67 persen sepanjang kuartal I-2021. Pasalnya, pada akhir tahun 2020, AUM industri reksadana masih sebesar Rp 553,40 triliun.

Baca juga: Ingin Berinvestasi? Simak Dulu Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Infovesta Utama, dalam riset mingguannya yang dikeluarkan pada Senin (12/4/2021) mengatakan, penurunan dana kelolaan seiring dengan turunnya jumlah Unit Penyertaan (UP) industri reksadana, yakni sebesar 0,12 persen.

Industri reksa dana pada bulan Maret mencatatkan penurunan pada hampir seluruh jenis reksa dana, kecuali untuk reksa dana jenis Dana Investasi Real Estate (DIRE) yang justru naik tipis sebesar 0,35 persen meskipun tidak didukung oleh penambahan unit penyertaan dari investor.

Infovesta Utama, menyebut, penurunan AUM Industri ini sendiri tidak terlepas dari pelemahan kinerja underlying asset dari setiap jenis reksadana. Di mana dari pasar saham sendiri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan Maret mencatatkan imbal hasil negatif sebesar 5,57 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari pasar obligasi, Indeks obligasi pemerintah mengalami pelemahan melalui Infovesta Government Bond Index sebesar 0,21 persen sedangkan indeks obligasi korporasi masih menguat tipis sebesar 0,40 persen melalui Infovesta Corporate Bond Index.

“Namun di lain sisi, untuk reksadana berbasis saham (meliputi reksa dana saham, reksa dana indeks, dan reksa dana ETF) justru mengalami kenaikan UP yang menunjukkan bahwa investor mengambil posisi pada harga yang lebih murah. Sedangkan, untuk reksadana pasar uang justru mengalami penurunan unit penyertaan terbesar mencapai 2,56 persen,” tulis Infovesta Utama dalam laporannya.

Lebih lanjut, Infovesta utama melaporkan, fluktuasi baik di pasar saham maupun di pasar obligasi Indonesia masih dikhawatirkan berlanjut hingga kuartal II-2021.

Baca juga: Pangkas Investasi Saham dan Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan Pertimbangkan Kondisi Pasar Modal

Hal ini disebabkan karena masih belum ada kepastian kapan Covid-19 akan berakhir meskipun telah dilakukan vaksinasi di seluruh belahan dunia sehingga pemulihan ekonomi pun akan berbeda-beda di setiap negara.

Dari pasar saham Indonesia, masih minim sentimen positif untuk mendorong kinerja IHSG di kuartal II-2021. Kendati demikian, investor menantikan rilis data laporan keuangan kuartal I-2021 yang berpotensi memberikan sentimen positif.

Selain itu, untuk pasar obligasi, investor masih perlu memantau tren kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menjadi momok bagi investor pasar obligasi karena berdampak terhadap penurunan harga obligasi secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, saat ini investor masih tetap perlu wait and see dan menantikan perbaikan sentimen dari dalam maupun luar negeri,” pungkas Infovesta Utama.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Dana kelolaan industri reksadana kembali turun pada Maret 2021



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.