IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

Kompas.com - 12/04/2021, 18:34 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah baru saja memutuskan bahwa pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini dibayar tanpa dicicil.

Kendati demikian, keputusan THR tersebut tidak mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (12/4/2021), yang ditutup di zona merah.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, lemahnya pergerakan IHSG di pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), dipengaruhi oleh kondisi memasuki bulan ramadhan.

Baca juga: Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Masih Merah

Kondisi ini kerap terjadi tiap tahun.

"Saya lebih berkecenderungan terhadap menjelang bulan ramadhan. Biasanya transaksi bursa menjadi sepi dan menyebabkan terjadinya koreksi indeks," ujar Nafan kepada Kompas.com, Senin.

Namun, ia tidak dapat memperkirakan indeks saham yang melemah ini akan berapa lama berlangsung.

Sebab, kondisi pergerakan IHSG masih menunggu sentimen secara global maupun domestik.

"Tergantung sentimen yang berkembang ke depannya seperti apa. Indeks di kawasan Asia juga terpantau mixed. Kalau data makro ekonomi domestiknyua berupa minusnya kinerja retail sales di Indonesia per Februari menjadi -18,1 persen," kata Nafan.

Baca juga: Awal Pekan, IHSG Ditutup Anjlok 2 Persen

Hal senada juga dikemukakan Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi.

Menurut dia, adanya kebijakan THR dibayar penuh dipastikan tidak berdampak terhadap pergerakan indeks saham.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.