BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Lazada

Bisnis Kebutuhan Muslim di Indonesia Tak Gentar Lawan Pandemi

Kompas.com - 13/04/2021, 09:04 WIB
Ilustrasi wisata halal - Seorang wanita membeli produk halal di supermarket. SHUTTERSTOCK / Odua ImagesIlustrasi wisata halal - Seorang wanita membeli produk halal di supermarket.

KOMPAS.com – Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Menurut data World Population Review 2021, populasi penduduk muslim Indonesia mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 87,2 persen dari jumlah total penduduk.

Data itu juga menunjukkan bahwa 13 persen dari 1,9 miliar penduduk muslim dunia berada di Indonesia.

Tingginya jumlah penduduk muslim membuat potensi bisnis halal di Indonesia begitu besar. Potensi itu tertuang dalam The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020/2021.

Laporan yang diterima oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada November 2020 itu menyebutkan bahwa Global Islamic Indicator Indonesia berada pada posisi keempat, naik satu peringkat jika dibandingkan pada 2019.

Adapun peringkat tersebut didasarkan pada penilaian sektor-sektor industri keuangan, makanan, pariwisata, fesyen, media dan rekreasi, serta farmasi dan kosmetik.

Diberitakan Kompas.com (26/11/20), Ma’ruf mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan apresiasi terhadap kebijakan Indonesia dalam menumbuhkan ekosistem Islam atau ekonomi syariah di Tanah Air. Terlebih, sejak 2020, Indonesia terus berjibaku melawan pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, peringkat Indonesia naik cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2018, Indonesia masih berada pada posisi kesepuluh. Setahun berselang, Indonesia naik lima peringkat atau berada di posisi kelima.

Tak gentar lawan pandemi

Sepanjang pandemi Covid-19, bisnis halal atau kebutuhan muslim, seakan tak gentar. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan bisnis halal sejak sebelum pandemi, khususnya pada produk fesyen.

Indonesia sempat diproyeksikan menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020 oleh Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC).

Selain itu, masih berdasarkan data dari SGIE Report, disebutkan bahwa fesyen muslim atau modest fashion merupakan salah satu keunggulan Indonesia dengan poin indikator sebesar 34,26 persen.

Angka tersebut jauh mengungguli rata-rata global yang hanya memiliki poin indikator sebesar 17,55 persen. Berkat modal ini, bisnis fesyen muslim di Indonesia pun bisa bertahan dari resesi ekonomi akibat pandemi.

Hal tersebut terlihat dari data transaksi produk halal, termasuk produk fesyen, yang terus meningkat di e-commerce, misalnya di platform Lazada.

Executive Vice President yang merangkap Fashion and FMCG Category Director Lazada Indonesia Jacopo Mor mengatakan, selama 2020, jumlah pembeli produk muslim di Lazada tumbuh hingga lebih dari 100 persen.

Data penjualan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan sosial yang digalakkan pemerintah tak menghambat perputaran bisnis produk kebutuhan muslim di tengah pandemi.

Masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan produk halal dan perlengkapan muslim lainnya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Memahami potensi itu, Lazada kemudian meluncurkan kanal khusus produk muslim dengan nama Lazada Amanah.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Lazada Luncurkan Kanal Baru Khusus Produk Muslim

Vice President Marketing Lazada Indonesia Sawitri Hertoto mengatakan, Lazada Amanah menawarkan koleksi terlengkap untuk seluruh produk kebutuhan muslim dalam satu kanal, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kami memahami kesulitan yang dihadapi umat Islam dalam mencari produk kebutuhan yang berkualitas dengan harga terbaik. Lazada Amanah diharapkan dapat membantu umat Islam mencari seluruh keperluan dengan lebih mudah dan nyaman,” kata Sawitri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Adapun kebutuhan muslim yang disediakan adalah produk fesyen, kesehatan, makanan dan minuman, perawatan, buku dan sumber informasi, serta pembayaran kewajiban zakat dan infak.

Lazada Amanah juga menyediakan fitur pengecekan sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terintegrasi dengan situs MUI bagi produk-produk yang tersedia di kanalnya.

Kehadiran Lazada Amanah disambut baik dan mendapat dukungan penuh dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Saya mendukung setiap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi halal di Indonesia. Apalagi, aplikasi ini juga membuka peluang bagi para pengusaha indonesia, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis produk-produk halal ke pasar domestik dan internasional,” ujar Yaqut yang disampaikan melalui unggahan Instagram @lazada_id.

Baca juga: Pelaku UMKM, Yuk Manfaatkan Fitur dan Program dari E-Commerce untuk Percepat Transformasi Digital

Yaqut juga berharap, Lazada Amanah ikut mempercepat terwujudnya upaya pengembangan ekonomi syariah Indonesia yang ditargetkan menjadi global-hub ekonomi dan keuangan syariah dunia pada 2024.

Tak hanya itu, melalui Lazada Amanah, sektor ekonomi produk kebutuhan muslim diproyeksikan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan negara.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.