OJK Sebut Masih Banyak yang Terbuai Investasi Bodong dengan Iming-iming Bunga Tinggi

Kompas.com - 13/04/2021, 11:12 WIB
Emak-emak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim yang jadi korban investasi dan arisan online saat melapor ke Polres PPU, Sabtu (17/10/2020). Istimewa. Emak-emak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim yang jadi korban investasi dan arisan online saat melapor ke Polres PPU, Sabtu (17/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi pasar modal dan investasi terus mengalami pertumbuhan. Namun, pertumbuhan ini tidak dibarengi dengan pemahaman atau literasi investasi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan, saat ini produk pasar modal dan investasi sudah mulai diakses oleh masyarakat di berbagai wilayah, tidak lagi terpusat di kota besar.

Kendati demikian, tingkat pemahaman terhadap produk investasi masih sangat rendah.

Baca juga: Simak 3 Tips untuk Menghindari Investasi Bodong

"Ini hanya 5 persen literasinya. Mereka umumnya tidak memahami ada beberapa konsep (investasi)," ujar Tirta dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (13/4/2021).

Lebih rendahnya tingkat literasi dibanding inklusi merupakan salah satu poin yang disoroti oleh Tirta.

Pasalnya, hal ini kemudian mengakibatkan praktik investasi ilegal terus hadir dan korban penipuan tetap bermunculan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, banyak masyarakat yang tidak mengetahui konsep-konsep dasar dalam berinvestasi, seperti prinsip high risk, high return.

Ini membuat masih adanya masyarakat yang terbuai investasi ilegal dengan iming-iming bunga atau keuntungan tinggi, tetapi rendah risiko.

Baca juga: Tips Memilih Manajer Investasi agar Cuan dan Terhindar Investasi Bodong

"Masyarakat sering kali terbuai dengan janji bunga tinggi, imbal hasil yang tinggi tanpa risiko," kata Tirta.

"Sebagai contoh PT Duta Invetindo yang menawarkan paket investasi dengan profit 10 persen bahkan ada yang menawarkan 30 persen dalam 7 hari. Saya ulangi lagi ini bukan 1 tahun, tapi 7 hari. Sangat tidak masuk akal," tambah dia.

OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam melakukan investasi.

"Tetapi sangat disayangkan masih banyak anggota masyarakat yang percaya dengan tawaran-tawaran investasi ilegal," ucap Tirta.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.