Kompas.com - 13/04/2021, 15:08 WIB
Ilustrasi pengadilan ShutterstockIlustrasi pengadilan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank OCBC NISP Tbk mengajukan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada salah satu debiturnya yaitu PT Camiloplas Jaya Makmur.

Adapun nilai permohonan PKPU tersebut sebesar Rp 74,65 miliar.

Perkara ini resmi tercatat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 163/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst yang telah didaftarkan oleh OCBC melalui kuasa hukumnya pada Kamis (8/4/2021).

Mengutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021), ada 5 petitum yang diminta OCBC kepada majelis hakim.

Baca juga: Menko Luhut: KPK Tak Boleh Jadi Alat Politik

Pertama, majelis hakim diminta menerima dan mengabulkan Permohonan PKPU yang diajukan oleh Pemohon PKPU, yakni Bank OCBC NISP terhadap Termohon PKPU, PT Camilops Jaya Makmur.

Kedua, majelis hakim diminta memberikan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU Sementara) selama 45 hari terhitung sejak tanggal Putusan diucapkan, terhadap Camiloplas Jaya Makmur, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, yang berkedudukan di Kabupaten Tanggerang, beralamat di Jalan Otonom Cikupa Pasar Kemis KM. 02, RT.004, RW.001, Desa Telagasari, Kecamatan Cikupang, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, majelis hakim diminta menunjuk hakim pengawas untuk mengawasi Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Termohon PKPU. Keempat, menunjuk dan mengangkat 4 orang tim pengurus dan kurator.

Kelima, majelis hakim diminta membebankan seluruh biaya perkara kepada Termohon PKPU.

Baca juga: Meski Terus Ditutup, Kenapa Fintech dan Investasi Ilegal Masih Bermunculan?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.