Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp 152,14 Triliun untuk Ramadhan dan Lebaran

Kompas.com - 14/04/2021, 12:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi, kebutuhan uang kartal yang tediri dari uang kertas dan logam pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

BI memproyeksikan, kebutuhan uang kartal pada periode Ramadhan dan Lebaran 2021 mengalami peningkatan seiring dengan telah dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19 hingga hingga percepatan penyaluran bantuan langsung tunai.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, pada periode Ramadhan dan Lebaran tahun ini, kebutuhan uang kartal diproyeksi mencapai Rp 152,14 triliun.

Baca juga: IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

 

Prediksi ini lebih tinggi 39,33 persen, dibanding realisasi penyaluran uang kartal periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 109,2 triliun.

"Pada tahun ini BI menyiapkan uang kartal, baik uang kertas maupun logam sebesar Rp 152,14 triliun. Ini untuk didistiribusikan di seulruh wilayah Indonesia," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Marlison merinci, uang kartal Rp 152,14 triliun itu masih akan didominasi oleh pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, yakni sebesar Rp 137 triliun atau setara 90,07 persen. Sementara sisanya terdiri dari uang pecahan Rp 20.000 ke bawah.

Adapun kenaikan proyeksi kebutuhan uang kartal di perode Ramadhan dan Idul Fitri 2021 ditopang oleh berbagai faktor.

Pertama, mulai membaiknya perekonomian Indonesia jika dilihat dari berbagai indikator makro ekonomi.

Lalu, penyaluran program bantuan sosial tunai juga menjadi alasan BI meningkatkan proyeksi kebutuhan uang kartal.

Menurut Marlison, pada periode Ramadhan dan Lebaran, penyaluran bantuan sosial tunai kerap mengalami percepatan penyaluran.

Baca juga: Ini Skema Penghitungan THR Lebaran 2021

"Kemudian kita juga melihat program vaksinasi yang mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat. Tingkat mobilitas makin tinggi, tingkat kebutuhan kartal makin tinggi," tuturnya.

Terakhir, BI juga melihat kebijakan pemerintah terkait dengan larangan mudik Lebaran meski ada pengecualian mudik lokal di wilayah tertentu.

Mengacu kepada hal-hal tersebut, BI pun memutuskan untuk meningkatkan proyeksi kebutuhan uang kartal pada Ramadhan dan Lebaran tahun ini.

Meski demikian, proyeksi ini sebenarnya masih di bawah periode-periode Ramadhan dan Lebaran sebelum pandemi Covid-19 merebak.

"(Kebutuhan uang kartal) masih di bawah kebutuhan Ramadhan dan Lebaran periode normal," ucap Marlison.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Whats New
Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Whats New
PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

Smartpreneur
Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Whats New
Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Whats New
Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Whats New
Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.