Pertamina Diminta Percepat Ganti Rugi Warga Terdampak Kebakaran Kilang Balongan

Kompas.com - 15/04/2021, 04:06 WIB
Seorang pengendara motor tampak sedang melintas di lokasi terbakarnya tangki minyak di Kilang Balongan. Akibat kebakaran ini  PT Pertamina (Persero) kehilangan 92.000 kl (kiloliter) minyak dari 4 tangki yang terbakar. KOMPAS.com/MOHAMAD UMAR ALWISeorang pengendara motor tampak sedang melintas di lokasi terbakarnya tangki minyak di Kilang Balongan. Akibat kebakaran ini PT Pertamina (Persero) kehilangan 92.000 kl (kiloliter) minyak dari 4 tangki yang terbakar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman RI meminta Pertamina merealisasikan tanggungjawabnya kepada warga terdampak kebakaran Kilang Minyak Balongan dengan cepat dan adil.

Sebab, insiden kebakaran itu telah menyebabkan kerusakan bangunan, korban luka hingga korban meninggal dunia.

"Perihal mekanisme ganti rugi atas bangunan yang rusak, agar dilaksanakan dengan proses yang valid, cepat, tepat, partisipatif, dan adil," ujar Anggota Ombudsman RI Hery Susanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan data, peristiwa kebakaran dan meledaknya tangki Kilang Balongan berdampak terhadap setidaknya 2.788 rumah warga sekitar. Dari angka tersebut sejauh ini yang telah diverifikasi sebanyak 1.313 rumah.

Baca juga: Ini Jadwal Penyekatan Kendaraan Mudik di Jalan Tol

Sementara, jumlah korban dilaporkan mencapai 895 jiwa yang terdiri dari 353 kepala keluarga. Ia meminta, Pertamina juga memberikan pengobatan dan santunan kepada korban.

"Pertamina juga harus memberikan pengobatan dan santunan yang layak bagi para korban dan keluarganya yang mengalami luka berat, luka ringan, dan meninggal dunia," kata dia.

Ia pun memastikan, Ombudsman RI bakal terus mengawasi Pertamina dalam penanganan penyelesaian dampak sosial ekonomi dan lingkungan yang dialami warga di sekitar lokasi kebakaran.

Di sisi lain, Ombudsman RI juga mendorong Pertamina untuk segara menyelesaikan investigasi mengenai penyebab pasti terjadinya kebakaran Kilang Minyak Balongan, serta menyampaikan hasil investigasi secara transparan kepada publik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

"Kami minta proses penyelidikan kasus tersebut ditangani secara serius, profesional dalam prosedural hukum,” pungkas Hery

Baca juga: Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Ini Alasannya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X