Menhub Targetkan Revitalisasi Stasiun Bekasi Selesai Akhir 2021

Kompas.com - 19/04/2021, 06:32 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Stasiun Bekasi, Minggu (18/4/2021). Dok. Humas KemenhubMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Stasiun Bekasi, Minggu (18/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan revitalisasi Stasiun Bekasi yang termasuk ke dalam bagian dari proyek pembangunan rel dwi ganda atau double double track (DDT) Manggarai-Cikarang paket B selesai pada akhir tahun 2021.

Hingga saat ini progres pengembangan Stasiun Bekasi sudah mencapai 77,84 persen. Menurut dia, pemerintah secara konsisten tetap melakukan membangun walau di masa pandemi.

"Ditjen Perkeretaapian serta PT KAI secara konsisten melakukan pembangunan Jabodetabek untuk prasarana rel dwi ganda dan empat stasiun dengan dana lebih dari Rp 6 triliun. Artinya, kita memberikan perhatian yang luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek," ujar Budi Karya dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Apa Kabar Proyek Rel Dwi Ganda Manggarai – Cikarang?

Selain Stasiun Bekasi, Ditjen Perkeretaapian juga tengah merevitalisasi Stasiun Manggarai, Jatinegara, dan Cikarang yang turut dapat melayani kereta api jarak jauh selain Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

Ia menjelaskan, pembangunan rel dwi ganda dan revitalisasi stasiun dilakukan untuk mengoptimalkan perjalanan kereta jarak jauh.

"DDT itu artinya jalur kereta keluar kota (jarak jauh) dan kereta dalam kota (KRL) akan dipisahkan. Jadi akan ada 4 rel dari Manggarai hingga Cikarang," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Budi Karya, dengan adanya pembangunan rel dan revitalisasi 4 stasiun yaitu Jatinegara, Manggarai, Bekasi dan Cikarang, maka konsentrasi dari masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertumpuk di satu tempat.

Selain itu, dengan adanya pemisahan jalur antara kereta api jarak jauh dan KRL, akan membawa dampak positif bagi operasional KRL, yaitu memberikan waktu tunggu kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik, sehingga kapasitas kereta juga akan meningkat.

Ia menungkapkan, saat ini headway satu kereta dengan kereta yang lain mencapai 10 menit, dan khusus ke arah Bekasi kapasitasnya bisa mencapai 200.000 orang. Maka, dengan headway yang lebih singkat menjadi 5 menit, kapasitasnya akan naik menjadi 400.000 orang.

"Sehingga memungkinkan masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk menggunakan KRL ini sebagai moda utama," tutup Budi Karya.

Baca juga: Apakah Ada Sanksi bila Mudik di Luar Tanggal 6-17 Mei? Ini Kata Kemenhub

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.