Teten Masduki: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi

Kompas.com - 19/04/2021, 13:55 WIB
Menkop Teten dalam  acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).  DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenkop Teten dalam acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki optimis sejumlah sektor ekonomi Indonesa akan berangsur membaik, terutama sektor UMKM. Hal ini tidak lepas dari peran teknologi digital sebagai kunci pengembangan UMKM.

Mengacu pada hasil survei World Bank 2021 menunjukkan, 74,1 persen pelaku usaha mengandalkan penjualan online sebagai pendapatan utama, dengan 51 persen di antaranya adalah reseller.

"Kita harus terus optimis, berbagai survei menunjukkan adanya indikasi perbaikan belanja masyarakat di awal 2021. UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," kata Teten, Senin (19/4/2021).

Teten mengatakan, peningkatan kapasitas UMKM dapat dilaksanakan melalui penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan Kawasan/klaster terpadu UMKM.

Sementara untuk perluasan pasar, bisa dilakukan dengan Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, Sistem Informasi Ekspor UMKM, hingga penyediaan ruang 30 persen infrastruktur publik bagi UMKM.

Baca juga: Erick Thohir Terbitkan Peraturan Baru, Aset BUMN Kini Bisa Dijual ke LPI

“Ini menjadi fokus kita bagaimana meningkatkan UMKM produsen dalam ekosistem digital. Produk UMKM kuliner Indonesia sangat beragam dan kreatif, ditambah lagi dukungan sektor pertanian Indonesia yang sangat kaya," ucap Teten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan dalam pengembangan kewirausahaan, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP no 7/2021.

“Kami sebagai koordinator mengintegrasikan berbagai pihak terkait untuk mencapai target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja. Kami di KemenkopUKM juga tengah memperkuat KUMKM," ungkap Teten.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas BPS menunjukkan dampak pandemi Covid-19 meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62 persen dibandingkan tahun 2019.

Namun, rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini sebesar 3,47 persen atau relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26 persen, Malaysia 4,74 persen, dan Singapura 8,76 persen.

"Kewirausahaan menjadi solusi untuk menyerap pekerja informal," tegas Teten.

Baca juga: Spesial Ramadhan, Gramedia Tebar Promo Selama 1 Bulan Lebih



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X