Pendapatan Turun, Multi Bintang Tetap Bagi Dividen Rp 475 Per Saham

Kompas.com - 20/04/2021, 19:48 WIB
Proses produksi di pabrik bir PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) di Sampang Agung, Mojokerto, Jawa Timur.  Melalui Program Penjagaan Air, MLBI  fokus pada tujuan mengurangi jumlah air yang digunakan untuk produksi dalam rantai suplai dan memastikan air yang digunakan dalam kegiatan operasional setelah menjadi produk akhir dan berevaporasi ketika proses produksi dikembalikan ke ekosistem dengan kualitas yang baik. Josephus PrimusProses produksi di pabrik bir PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) di Sampang Agung, Mojokerto, Jawa Timur. Melalui Program Penjagaan Air, MLBI fokus pada tujuan mengurangi jumlah air yang digunakan untuk produksi dalam rantai suplai dan memastikan air yang digunakan dalam kegiatan operasional setelah menjadi produk akhir dan berevaporasi ketika proses produksi dikembalikan ke ekosistem dengan kualitas yang baik.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Multi Bintang Indonesia Tbk dengan kode saham MLBI mengumumkan akan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 475 per saham.

Padahal, perusahaan produksi bir Heineken ini membukukan penurunan pendapatan sebesar 47 persen dari Rp 3,7 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,9 triliun pada tahun 2020.

"Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa, di mana kita semua harus menjalani sebuah krisis dengan berbagai tantangan yang belum pernah kita hadapi sebelumnya, dan konsekuensi ekonomi yang timbul akibat kondisi tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan selama 2020," kata Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia René Sánchez Valle melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Dalam Sepekan, Dogecoin Sudah Menguat 600 Persen

Pasalnya, menurut Rene, pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan perusahaan menurun drastis. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berimbas terhadap sepinya sektor pariwisata terutama di Bali.

Padahal, MLBI biasanya bisa meraup keuntungan yang besar karena adanya wisatawan mancanegara atau turis asing.

"Sektor hospitality adalah salah satu yang merasakan dampak paling berat akibat pembatasan seperti physical distancing, hingga saat ini pun Indonesia masih menutup pintu bagi para wisatawan asing. Ini juga telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan di Bali, yang merupakan salah satu area utama kami," ungkapnya.

Selain pengumuman laporan keuangan perusahaan, Multi Bintang Indonesia menunjuk Jan Paul Boon dan Celso Marciniuk sebagai Komisaris Perusahaan.

Keduanya menggantikan Nicolaas Adrianus Vervelde yang akan pensiun serta Bartholomeus A.C. van den Huijsen yang telah ditugaskan untuk menempati posisi baru di Kantor Pusat Heineken di Amsterdam.

Baca juga: Indonesia Targetkan Setop Impor BBM dan LPG pada 2030



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X