KILAS

Dukung Perkembangan Bisnis, ShopeePay Bagikan 3 Strategi Tangkap Peluang Ramadhan

Kompas.com - 21/04/2021, 09:59 WIB
Tangkapan layar Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari saat membuka ShopeePay Talk Episode 7. Dok. Humas ShopeeTangkapan layar Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari saat membuka ShopeePay Talk Episode 7.

KOMPAS.com – Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari mengatakan bahwa Ramadhan memiliki segudang potensi untuk mendukung perkembangan bisnis.

Untuk itu, ShopeePay berkomitmen rutin mengadakan ShopeePay Talk setiap bulan dengan mengangkat berbagai tema menarik sebagai ajang diskusi antar para pelaku bisnis.

“Kami terus tumbuh dan bersama-sama membantu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan rangkaian promo menarik, berkolaborasi dengan lebih banyak mitra, dan menghadirkan wadah berbagi seperti ShopeePay Talk episode spesial Ramadhan ini,” ungkapnya, dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (20/4/2021).

Pada April 2021, ShopeePay Talk memasuki episode ketujuh. Pada episode kali ini, ShopeePay menghadirkan Head of Marketing and Promotion PT Matahari Putra Prima Joseph Martius, Marketing Manager Es Teler 77 Irman Febrianto, dan Head of Marketing and Communication Geulis Markus Happy Ganesha sebagai pembicara.

Baca juga: Kini Pengguna Shopee Bisa Gunakan Fitur Khusus Produk Lokal

Dalam acara tersebut mereka membagikan tiga strategi menangkap peluang pada Ramadhan kepada pelaku industri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Memudahkan transaksi konsumen dan berbagi dengan keluarga jauh

Tahun ini, ruang gerak masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi masih cukup terbatas. Belum lagi, pemerintah secara resmi telah mengeluarkan aturan larangan mudik.

Meskipun ruang gerak dibatasi, masyarakat masih harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Permintaan akan kebutuhan ini pun masih tinggi.

Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi supermarket atau pasar swalayan, tak terkecuali Hypermart.

Joseph Martius menerangkan, sejak awal pandemi Covid-19, banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berbelanja dengan volume lebih besar untuk menyiapkan stok kebutuhan rumah tangga dan meminimalkan aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Direktur Shopee: Produk UMKM Lokal Enggak Kalah dari Produk Luar Negeri

“Untuk itu, kami menghadirkan kemudahan dalam melakukan pemesanan online lewat fitur Chat & Shop serta memastikan keamanan transaksi tanpa kontak bagi pelanggan yang langsung berbelanja di gerai-gerai Hypermart,” jelasnya.

Joseph berharap, fitur tersebut dapat membantu masyarakat yang tidak bisa mudik untuk berbagi sembako dan kebutuhan lainnya kepada keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

“Kami juga menghadirkan program “Kejutan Sabtu Berkah” dan penawaran lainnya yang turut didukung oleh layanan pembayaran digital seperti ShopeePay untuk memberikan keuntungan lebih bagi para konsumen,” katanya.

Tangkapan layar Head of Marketing and Promotion PT Matahari Putra Prima Joseph Martius, Marketing Manager Es Teler 77 Irman Febrianto, dan Head of Marketing and Communication Geulis Markus Happy Ganesha dalam ShopeePay Talk Episode 7.Dok. Humas Shopee Tangkapan layar Head of Marketing and Promotion PT Matahari Putra Prima Joseph Martius, Marketing Manager Es Teler 77 Irman Febrianto, dan Head of Marketing and Communication Geulis Markus Happy Ganesha dalam ShopeePay Talk Episode 7.

2. Beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku konsumen

Aturan pembatasan aktivitas dari pemerintah telah memaksa masyarakat untuk menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah.

Hal tersebut menjadi dorongan bagi pelaku bisnis untuk terus beradaptasi dan berpikir kreatif demi menghadapi perubahan perilaku konsumen.

Bentuk adaptasi dengan perilaku konsumen bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya meluncurkan produk makanan beku siap masak atau frozen food.

Baca juga: Ramai Biaya Admin Penjual Naik, Ini Penjelasan Shopee

Irman Febrianto dari Es Teler 77 pun mengamini strategi adaptasi terhadap perilaku baru para konsumen di masa pandemi.

“Ramadhan tahun ini, kami menyediakan paket Rame-Rame Lebih Hemat (Rahmat) yang berisi beberapa produk makanan beku andalan kami,” katanya.

Paket tersebut dibuat agar para konsumen tetap dapat membawa kehangatan sajian khas Es Teler 77 untuk dinikmati bersama keluarga besar di rumah.

“Selain itu, kami juga akan terus menghadirkan inovasi menu sembari menjaga cita rasa khas Es Teler 77 yang sudah berdiri selama 38 tahun ini,” ungkap Irman.

3. Memperkuat inovasi, kolaborasi, dan memaksimalkan platform digital

Pandemi Covid-19 membuat perputaran konsumsi dan daya beli masyarakat Indonesia melemah. Hal ini tentu sangat mempengaruhi pelaku bisnis, mulai dari lini kecil sampai besar.

 

Tidak hanya sektor bisnis makanan dan minuman saja, tetapi bisnis fesyen pun terkena dampaknya. Kabar baiknya, sektor ini menunjukkan peluang untuk bangkit pada 2021.

Baca juga: Peneliti Komentari Kasus Kurir Shopee Mogok Kerja karena Upah Minim

Markus Happy Ganesha mengatakan, perubahan besar pada bisnis fesyen selama pandemi telah menyadarkan pihak Geulis akan pentingnya adaptasi dan inovasi.

“Sejak awal, salah satu strategi kami adalah dengan memanfaatkan kanal daring serta kolaborasi dengan layanan pembayaran digital, seperti ShopeePay, dalam menjangkau konsumen di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Markus, melalui strategi tersebut, pihaknya dapat bertahan bahkan menunjukkan peningkatan transaksi yang positif.

“Kami percaya bahwa adopsi teknologi digital merupakan kunci untuk memenangkan momen Ramadhan dan Hari Raya tahun ini,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Apa Arti Status Prakerja dalam Proses Seleksi?

Work Smart
Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Hari Libur Nasional 2022 Ditetapkan Ada 16 Hari, Ini Rinciannya

Whats New
Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Dapat Suntikan Modal Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Jiwasraya

Whats New
Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan E-commerce

Rilis
Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Menperin Agus: Hingga Awal September, Hampir 4 Juta Karyawan Sektor Industri Sudah Divaksinasi

Whats New
Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Cara Menyimpan Barang Berharga di Pegadaian Safe Deposit Box

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.