[KURASI KOMPASIANA] Momen-momen yang Selalu Dirindukan saat Ramadhan

Kompas.com - 21/04/2021, 10:38 WIB
Seorang petugas menyiapkan cairan pembersih tangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/4/2021).Masjid Istiqlal akan dibuka saat bulan Ramadhan dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jamaah sebanyak 2 ribu jemaah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/rwa. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ASeorang petugas menyiapkan cairan pembersih tangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/4/2021).Masjid Istiqlal akan dibuka saat bulan Ramadhan dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jamaah sebanyak 2 ribu jemaah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/rwa.

KOMPASIANA---Setiap datangnya bulan suci Ramadhan akan selalu ada momen-momen yang dinanti. Pasalnya segala amal ibadah dan kebaikan di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan.

Selain itu, banyak momen khusus yang hanya ada di bulan Ramadhan yang memiliki kekhasan tersendiri. Keindahan Tumbilotohe di Gorontalo, misalnya.

Tentu akan sangat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain dalam cara menyambut dan menjalani ramadhan.

Bisa juga momen-momen yang sentimentil, yang mungkin hanya bisa dirasakan secara personal ketika menjalani ramadhan.

1. Ramadan yang Dinanti, Ramadan yang Dirindukan

Diberi waktu satu bulan penuh untuk melakukan ibadah menjadi yang utama. Namun, tulis Kompasianer Listhia HR, bukan berarti di bulan-bulan lain melakukan ibadah jadi biasa saja, lho.

Tidak hanya puasa Ramadan dan tarawih, ada juga tadarusan, bersedekah, dan hal bernilai ibadah lain yang di bulan Ramadan ini semakin banyak orang melakukannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, suasana di waktu jelang buka yang membuat jalan raya dipenuhi orang-orang dengan kendaraannya demi mencari takjilan.

"Kolak, kurma, timun suri, kolang kaling adalah beberapa panganan khas Ramadan yang selalu dicari dan dinikmati," tulis Kompasianer Listhia HR.

Padahal, lanjutnya, di luar Ramadan, bisa saja kita konsumsi kurma, bisa juga membuat kolak pisang atau ubi, apalagi bertemu timun suri. (Baca selengkapnya)

2. Merindukan Perayaan Malam Nuzulul Quran dan Kenduri "Peutamat Daroih"

Menjalani puasa di perantauan mempunyai nuansa berbeda dengan kampung halaman.

Ramadan di perantauan itu bagi Kompasianer Muhammad Nauval tetap saja masih terasa kurang.

Kompasianer Muhammad Nauval ingat, setiap kampung pasti punya ciri dan budaya tersendiri ketika Ramadhan, begitu juga dengan kampungnya.

Malam Nuzulul Quran biasanya dirayakan di Meunasah (surau) masing-masing Kampung.

Pada puasa hari ke-16, masyarakat akan memenuhi Meunasah untuk saling bahu membahu bekerja.

"Juga, ada sebagian masyarakat yang mulai mengurusi bagian dapur. Mulai dari menyembelih sapi, hingga menyiapkan berbagai bumbu masakan. Semuanya dilakukan bersama-sama," tulis Kompasianer Muhammad Nauval. (Baca selengkapnya)

3. Kangen Pasar Ramadan Kauman Jogja, Kangen "Kicak" yang Legendaris dan Manis

Pasar ramadhan, begitu istilahnya, bisa tiba-tiba bermunculan saat bulan ramadhan.

Apalagi di Yogyakarta, misalnya, ada banyak pasar serupa yang menjadi tempat pilihan masyarakat berburu kudapan dan hidangan berbuka.

Namun, ada satu pasar yang membuat Kompasianer Hendra Wardhana memiliki kekhasan sendiri, yakni Pasar Ramadan Kauman

Disebut Pasar Ramadan Kauman karena lokasinya di Kampung Kauman, kawasan alim penuh sejarah yang terletak di ruas Jalan Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta.

"Mungkin karena keseruan menyusuri lorong-lorong di tengah rumah-rumah berdinding tua yang membuat saya menikmati saat berjalan di Pasar Ramadan Kauman," tulis Kompasianer Hendra Wardhana. (Baca selengkapnya)

***

Baca konten-konten seputar Ramadhan di Kompasiana lewat program Samber THR: Ramadan yang Dirindukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X