Ungkap Potensi EBT Aceh, Luhut: Akan Jadi Contoh Green Industrial Park

Kompas.com - 21/04/2021, 14:11 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring membahas terkait percepatan pembangunan infrastruktur pengembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat, di Jakarta, Selasa (16/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring membahas terkait percepatan pembangunan infrastruktur pengembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat, di Jakarta, Selasa (16/2/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap adanya potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Aceh.

“Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW),” ungkap Luhut ketika memimpin rapat koordinasi, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (21/4/2021).

Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong. Lokasi tersebut meliputi lahan seluas 67 hektar, dengan 2.500 hektar di antaranya akan bisa dikembangkan.

Baca juga: Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan Green Industrial Park. Selain itu, KI Ladong dinilai akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh.

“Saran saya, koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita kesana, mengingat kita punya potensi EBT yang besar,” pesan Luhut.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh.

Dikatakan, Aceh memiliki potensi yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.

Baca juga: Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga turut buka suara mengenai kesiapan transportasi di Aceh.

“Sebagai pendukung KI Ladong, kami juga berencana untuk mengembangkan sektor transportasi, di antaranya untuk Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati,” jelas Budi Karya Sumadi.

Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, dibahas juga progres pembangunan nasional di Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project dan Prioritas Nasional.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X