Ungkap Potensi EBT Aceh, Luhut: Akan Jadi Contoh Green Industrial Park

Kompas.com - 21/04/2021, 14:11 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap adanya potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Aceh.

“Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW),” ungkap Luhut ketika memimpin rapat koordinasi, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (21/4/2021).

Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong. Lokasi tersebut meliputi lahan seluas 67 hektar, dengan 2.500 hektar di antaranya akan bisa dikembangkan.

Baca juga: Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan Green Industrial Park. Selain itu, KI Ladong dinilai akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh.

“Saran saya, koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita kesana, mengingat kita punya potensi EBT yang besar,” pesan Luhut.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh.

Dikatakan, Aceh memiliki potensi yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.

Baca juga: Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga turut buka suara mengenai kesiapan transportasi di Aceh.

“Sebagai pendukung KI Ladong, kami juga berencana untuk mengembangkan sektor transportasi, di antaranya untuk Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati,” jelas Budi Karya Sumadi.

Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, dibahas juga progres pembangunan nasional di Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project dan Prioritas Nasional.

Di Aceh, telah diupayakan pembangunan konektivitas dan aksesibilitas transportasi. Untuk transportasi darat, tindakan yang dimaksud mencakup pembangunan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota yang seluruhnya memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Rute Langsa-Lhokseumawe-Sigli perlu menjadi perhatian,” ingat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil di dalam rakor yang sama.

Hal ini sesuai instruksi Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa setidaknya satu jalur Trans Sumatera harus selesai pada kuartal pertama tahun 2024.

Baca juga: Bangun Infrastruktur di Bengkulu, Luhut Minta Ada Studi Komprehensif

Sejalan dengan itu, telah dibangun pula 6 dermaga penyeberangan, yakni Ulee Lheue, Balohan, Lamteng, Sinabang, Labuhan Haji, dan Singkil.

Adapun 9 pelabuhan laut yang terbangun yaitu Sabang, Malahayati, Krueng Geukueh, Kuala Langsa, Calang, Meulaboh, Sinabang, Tapak Tuan, dan Singkil. Pesawat pun telah tersedia untuk rute penerbangan domestik maupun internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.