BI: Ekonomi Syariah Perkecil Kesenjangan Si Kaya dengan Si Miskin

Kompas.com - 21/04/2021, 16:25 WIB
Ilustrasi Syariah Thinkstockphotos.comIlustrasi Syariah

Bank sentral akan berkontribusi dalam pembentukan holding bisnis pesantren.

Holding ini adalah gabungan unit usaha berupa koperasi dari beragam pesantren di suatu daerah yang berdekatan.

Holding dibentuk karena pesantren menjadi salah satu kunci dan berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

Baca juga: Sri Mulyani: Industri Keuangan Syariah Harus Ditekankan pada Elemen Kejujuran

Namun, selama ini, aktifitas ekonomi pesantren belum optimal meski sudah menerapkan prinsip syariah sejak lama.

"Upaya pembentukan holding bisnis pesantren sejalan dengan langkah Bank Indonesia memperkuat implementasi kebijakan, termasuk unit usaha syariah dalam rangka peningkatan korporatisasi pada UMKM termasuk unit usaha syariah di pesantren," ucap Destry.

Korporatisasi pesantren juga tak lepas dari potensi perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, baik secara nasional maupun global.

Berdasarkan laporan dari Refinitiv, aset keuangan syariah global akan dari 2,88 triliun dollar AS tahun 2019 menjadi 3,69 triliun dollar AS di tahun 2024.

Di Indonesia, pasar keuangan syariah terus berkembang tidak hanya melalui perbankan syariah, tapi juga melalui pasar mosal dan bahkan melalui fintech syariah.

Baca juga: Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

"Dan pada gilirannya hal ini akan meningkatkan kemandirian pesantren, meningkatkan akses keuangan, dan meningkatkan akses pasar dalam menjalankan kegiatan utamanya," sebut Destry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.