Kala Dua Srikandi Ajukan Diri Terlibat Bangun Tower Listrik Darurat di NTT...

Kompas.com - 21/04/2021, 16:37 WIB
Rosalia Widya Astuti Chandra (23) dan Putri Ramadani (23), putri daerah asal NTT yang sedang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat namun menjadi relawan untuk terlibat dalam perbaikan listrik di NTT. Dok. PLNRosalia Widya Astuti Chandra (23) dan Putri Ramadani (23), putri daerah asal NTT yang sedang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat namun menjadi relawan untuk terlibat dalam perbaikan listrik di NTT.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badai Siklon Tropis Seroja telah menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal April lalu. Hal ini membuat 90 persen sistem kelistrikan di wilayah tersebut rusak.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Rote, Ndao, Sabu, Pulau Semau, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Adonara, Larantuka, Lembata dan Sumba Timor.

Curah hujan yang tinggi selama tiga hari yang diikuti badai Seroja, mengakibatkan dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) milik PLN patah dan roboh.

Baca juga: Dirut PLN: 97 Persen Listrik di NTT Pulih Usai Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja

Kerusakan tower transmisi berdampak pada padamnya sistem kelistrikan di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

Dalam upaya memulihkan jaringan listrik di NTT, maka PLN pun membangun menara darurat (tower emergency) setinggi 61 meter yang pengerjaannya rampung pada 18 April 2021 lalu.

Pembangunan tower emergency berhasil dilakukan dalam waktu 10 hari saja dari estimasi waktu perbaikan selama 1 bulan. Ini tak lepas dari keterlibatan 1.316 personel dari berbagai wilayah di luar NTT yang dikerahkan PLN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diantara personel itu ada Rosalia Widya Astuti Chandra (23) dan Putri Ramadani (23), dua Srikandi PLN yang terjun langsung menjadi tim relawan.

Keduanya merupakan putri daerah asal NTT yang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat. Mereka terbang dari Mamuju menuju kampung halaman untuk terlibat dalam perbaikan listrik di NTT.

Baca juga: Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

"Menjelang badai hari itu, saya sudah mulai cemas melihat stories di media sosial teman-teman. Saya melihat hujan begitu besar dan cuaca sangat buruk," kisah Rosalia, wanita yang akrab disapa Widi itu, dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Widi sendiri merupakan lulusan Politeknik Negeri Kupang dan bergabung menjadi bagian PLN dengan jabatan Junior Engineer Pemeliharaan Transmisi sejak tahun lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.