Kala Dua Srikandi Ajukan Diri Terlibat Bangun Tower Listrik Darurat di NTT...

Kompas.com - 21/04/2021, 16:37 WIB
Rosalia Widya Astuti Chandra (23) dan Putri Ramadani (23), putri daerah asal NTT yang sedang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat namun menjadi relawan untuk terlibat dalam perbaikan listrik di NTT. Dok. PLNRosalia Widya Astuti Chandra (23) dan Putri Ramadani (23), putri daerah asal NTT yang sedang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat namun menjadi relawan untuk terlibat dalam perbaikan listrik di NTT.

Ia mengaku, merasa sedih karena dampak bencana alam itu membuat banyak daerah hancur, hingga banyak korban yang meninggal dunia dan hilang.

Saat atasannya memberi tahu informasi mengenai pembukaan relawan untuk pemulihan kelistrikan NTT, tanpa pikir panjang Widi pun langsung mendaftarkan diri.

"Ternyata disetujui. Saya langsung berangkat ke Kupang untuk bergabung dengan relawan lain di lokasi," katanya.

Tak hanya Widi, panggilan untuk menjadi relawan juga dirasakan oleh Putri, yang bekerja di bagian Operasi dan Pemeliharaan Transmisi.

Sebagai tim relawan PLN, Widi dan Putri utamanya bertugas mengurus masalah persediaan logistik. Keduanya memastikan semua kebutuhan personel yang berkerja di lokasi bisa terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Mulai 2022, Ada 15,2 Juta Pelanggan PLN 450 VA Tak Lagi Terima Subsidi

“Meski saya dan Widi perempuan, kami tak hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan-ringan. Kami juga ikut membantu mengangkat material dan menarik konduktor listrik untuk mendirikan tower," ungkap Putri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keduanya mengaku sangat termotivasi untuk membuat listrik kembali menyala di NTT. Sebab, kehadiran listrik akan sangat membantu warga untuk beraktivitas kembali dengan normal.

“Ada hal yang selalu menghangatkan hati kami. Saat cahaya listrik kembali hadir di antara rumah warga korban dan ketika melihat wajah-wajah tersenyum,” ungkap Widi.

Wajah bahagia dan senyum para korban saat rumahnya terhubung listrik merupakan hadiah dari jerih payah para relawan. Menurut keduanya, hal itu merupakan penghargaan tertinggi dari pekerjaan yang telah mereka lakukan.

"Saya senang sekali ketika harapan saya terwujud dan bisa berkontribusi untuk kampung halaman saya," kata Putri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.