77,6 Persen UMKM Indonesia Masih Tidak Mendapat Akses Kredit

Kompas.com - 21/04/2021, 16:37 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK/JoyseulayIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun platform financial technology (fintech), agar dapat naik kelas.

Namun, data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menunjukan, mayoritas pelaku UMKM dalam negeri masih belum mendapat akses kepada kredit.

Data AFPI menunjukan, dari total sekitar 60 juta UMKM, 46,6 juta atau 77,6 persen di antaranya tidak dapat menjangkau akses kredit perbankan maupun fintech.

Baca juga: MenkopUKM Yakin Pameran Virtual Bisa Dongkrak Penjualan Produk UMKM Fesyen

Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Hendri Saparini mengatakan, meskipun jumlah UMKM tidak tersentuh bank atau unbankable terus berkurang, tetapi belum semuanya dapat memanfaatkan layanan pembiayaan.

"Kalau kita lihat yang underbank, atau tidak memanfaatkan produk-produk perbankan untuk transaksi, untuk pembiyaan itu masih besar," kata Hendri dalam diskusi virtual, Rabu (21/4/2021).

Menurut dia, hal tersebut diakibatkan masih adanya sejumlah aturan atau ketentuan yang perlu dipenuhi oleh nasabah agar mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

"Dan kedua, walaupun mereka sebenarnya mampu, mengakses pendanaan yang lain misal lewat P2P lending, literasi mereka masih cukup rendah. Ini yang menjadi permasalahan," tutur Hendri.

Selain itu, dari total sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, 98,8 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro.

Baca juga: Bentuk Pemasok Komponen Motor, Astra Bakal Bina 300 UMKM Tahun Ini

"Sehingga wajar kalau mereka usaha-usaha yang sangat kecil banyak mengandalkan pendanaan sendiri," kata dia.

Oleh karenanya, IFSoc mendorong kepada pelaku UMKM, khususnya pelaku usaha mikro untuk membentuk sebuah koperasi, sehingga dapat memanfaatkan layanan pembiayaan yang dimiliki oleh perbankan.

"Tentu saja dengan adanya kelompok-kelompok usaha tadi lewat koperasi ongkosnya akan lebih murah, asesmennya lebih murah, karena mereka akan bisa di-assess secara bersama-sama," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X