Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Kesenjangan akibat Teknologi: Generasi Telegram Versus Generasi Instagram

Kompas.com - 22/04/2021, 11:39 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DI dengah merebaknya pandemi Covid-19 kita semua telah dipaksa untuk melakukan banyak hal dari rumah saja. Demikianlah maka kegiatan rapat, belajar, mengajar, seminar dan lain lain harus dilakukan secara virtual.

Zoom meeting, webinar, kuliah Umum, ceramah, dan FGD kesemuanya menjadi sangat tergantung kepada jaringan internet di rumah.

Sebuah fenomena yang terjadi, efisiensi dalam penggunaan teknologi yang sebenarnya sudah tersedia akan tetapi jarang atau masih sedikit dimanfaatkan.

Covid-19 telah merubah itu semua, dan orang terpaksa menggunakan teknologi yang sudah tersedia untuk melakukan banyak kegiatan secara lebih efisien.

Sayangnya, kualitas jaringan yang ada belum cukup bagus untuk pelaksanaan itu semua. Masih banyak gangguan yang terjadi dan kerap kali menghambat jalannya diskusi yang interaktif.

Penyelenggaraan tatap muka ternyata memang masih lebih unggul sampai nanti bila kualitas jaringan internet sudah lebih baik kualitasnya . Itulah gambaran sepintas dari sebuah kemajuan teknologi yang tengah ber proses dan tengah merubah banyak aktifitas manusia dalam kegiatan sehari-hari.

Beberapa waktu lalu sebelum Covid melanda, ketika mengunjungi Mall di Jakarta Utara, saya dan isteri agak sedikit terkejut karena di salah satu lantai di berlakukan prosedur belanja yang tidak dapat menggunakan uang tunai. Beruntung, karena memang masih dalam masa transisi, ada satu counter penukaran uang tunai menggunakan salah satu software yang tersedia di Hp.

Demikian pula, pembayaran parkir di sebagian besar perkantoran dan shopping mall di Jakarta kini sudah tidak bisa lagi menggunakan uang tunai. Fenomena ini memang menunjukan sebuah trend menuju masyarakat yang “Less Cash society” atau bahkan “cashless society” .

Berbelanja, parkir, membeli tiket, cukup menggunakan HP. Sebuah tren yang merupakan ujud dari peradaban yang sangat mengandalkan kemajuan teknologi mutakhir, menuju tata kehidupan sehari hari menjadi lebih praktis dan efisien.

Begitu cepatnya kemajuan teknologi telah membuat sebagian orang kedodoran tertinggal atau ketingalan jaman. Sebuah kecenderungan yang akan merubah gaya hidup keseharian masyarakat luas. Salah satu teman saya adalah seorang yang tidak mau terlihat ketinggalan zaman dalam penampilannya.

Pada setiap peluncuran HP baru, dia selalu mengganti HP-nya dengan yang baru. Sayangnya keterampilan kawan saya itu dalam menggunakan HP baru, menjadi sulit dan bahkan menjadi tidak seiring dengan kemajuan teknologi HP yang dimilikinya.

Namun demikian dia cukup terampil dalam menyesuaikan diri untuk menggunakan HP model terbaru sebatas untuk ber “telepon” ria. Jangan tanya WA, bahkan SMS ketika itu saja dia tidak bisa, apalagi berbicara tentang Instagram, hahaha.

Belakangan ini di tengah derasnya komunikasi menggunakan WA plus WA Group, sahabat saya itu menjadi semakin kewalahan karena harus bergantung kepada anak dan atau cucunya, dalam berburu informasi agar tidak ketinggalan.

Sahabat saya yang lain, lebih parah lagi karena dia tidak mau menggunakan HP karena dinilai “ribet”. Ribet dengan mekanisme aneka prosedur keamanan. Seperti misalnya penggunaan password dan lain lain. Yang terjadi adalah , dia kemudian menjadi sangat tergantung kepada isteri, anak dan atau sekretarisnya.

Pada satu sisi tentu saja dia menjadi tidak tergantung dengan HP, akan tetapi pada sisi yang jauh lebih penting dia menjadi terbelengu dengan ketergantungan kepada orang lain. Pada posisi dan kondisi tertentu dia bahkan dapat dikatakan "terisolasi”, terpencil dalam kesendirian.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Whats New
Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Whats New
KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

Whats New
BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

Whats New
AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com