Kuartal I-2021, Laba Bersih BCA Tumbuh 7 Persen Jadi Rp 7 Triliun

Kompas.com - 22/04/2021, 15:47 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I-2021.

Hal itu terefleksikan dengan tumbuhnya laba bersih BCA sebesar 7 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 7 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan itu selaras dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi. Portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp 610 triliun per 31 Maret 2021.

Hal itu didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9 persen dibandingkan posisi Desember 2020.

"Sementara itu, BCA membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada segmen korporasi, ditopang permintaan pada industri telekomunikasi, minyak nabati dan hewani, serta perkebunan," ujar Jahja dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Astra International: Relaksasi PPnBM Mobil Cukup Menolong Industri Otomotif

Selain itu, BCA mencatatkan fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga 6 persen secara tahunan.

Meski demikian, aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp 586,8 triliun di akhir Maret 2021.

Kredit korporasi mencapai Rp 262,6 triliun pada Maret 2021, naik 0,9 persen secara tahunan. Selanjutnya, kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen menjadi Rp 178,9 triliun. Adapun total kredit konsumer terkontraksi 10 persen menjadi Rp 139,5 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, Kredit Pwmilikan Rumah (KPR) turun 3,4 persen menjadi Rp 89,4 triliun, serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) berkurang 23,7 persen menjadi Rp 36 triliun.

"Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini," tutur Jahja.

Baca juga: Namanya Dicatut untuk Penipuan, Modalku Lapor OJK

Dari sisi dana pihak ketiga, BCA melaporkam, current account and savings account (CASA) naik 15,4 persen secara tahunan mencapai Rp 655,8 triliun, berkontribusi bagi kenaikan total dana pihak ketiga yang sebesar 14,6 persen menjadi Rp 849,4 triliun.

Sementara itu, deposito berjangka meningkat 12,2 persen secara tahunan menjadi Rp 193,6 triliun.

"Kuatnya pertumbuhan dana pihak ketiga mendorong total aset tumbuh 12,1 persen yoy menjadi Rp 1.090,4 triliun di akhir Maret 2021," ucap Jahja.

Baca juga: Penyelenggara Fintech Tebar 55 Insentif untuk UMKM Selama Pandemi Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X