Perusahaan BUMN Didorong Terapkan Industri 4.0, Apa Manfaatnya?

Kompas.com - 22/04/2021, 18:58 WIB
Menteri Perindustrian bersama Menteri BUMN usai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ELSA CATRIANAMenteri Perindustrian bersama Menteri BUMN usai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan ketika menerapkan industri 4.0.

Hal tersebut ia sampaikan usai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

"Contohnya saja dari sisi kebutuhan energi, bisa rata-rata mendapatkan efisiensi sampai 15 persen," ujar Agus di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: BUMN Didorong Segera Terapkan Standar Industri 4.0

Oleh sebab itu, dia Kemenperin bersama Kementerian BUMN mendorong berbagai perusahaan, khususnya milik pemerintah, untuk bisa menerapkan industri 4.0 atau asesmen INDI 4.0.

Agus mengatakan, ke depannya pihaknya akan memberikan berbagai pelatihan penerapan teknologi 4.0 ke masing-masing perusahaan.

Sehingga, semua industri diharapkan bisa mengimplementasikan industri 4.0.

"Intinya jika perusahaan bertransformasi 4.0 akan lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas tinggi," ucap dia.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, baru ada 17 dari total 107 perusahaan BUMN yang telah melakukan asesmen INDI 4.0 pada tahun 2019 dan tahun 2020.

Baca juga: PPATK Sebut Modus Pencucian Uang lewat Bitcoin Berkembang Seiring Teknologi 4.0

Dua di antaranya adalah PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pegadaian (Persero).

Oleh sebab itu, dia berharap ke depannya akan semakin banyak lagi BUMN yang menerapkan asesmen INDI 4.0 sehingga target Making Indonesia 4.0 berupa peningkatan kontribusi ekspor netto, produktivitas terhadap biaya, litbang (R&D) terhadap PDB pada tahun 2030 dapat terwujud.

Erick mengatakan, dalam rangka mendukung Making Indonesia 4.0, Kementerian BUMN berinisiasi untuk membuat program Making BUMN 4.0.

Hal ini sesuai dengan salah satu prioritas Kementerian BUMN, yakni Kepemimpinan Teknologi yang berisi harapan BUMN ke depan untuk mampu memimpin secara global dalam sektor teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital.

Baca juga: Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

“Untuk mendukung program Making BUMN 4.0 tersebut, BUMN perlu mengukur kesiapannya melalui assessment INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index) dan bertransformasi menuju Industri 4.0 untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program-program prioritas nasional," kata Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X