Kompas.com - 23/04/2021, 10:03 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (23/4/2021). Demikian juga dengan rupiah yang melemah di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.12 WIB, IHSG berada pada level 5.988,86 atau turun 5,31 poin (0,09 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.994,18.

Sebanyak 152 saham melaju di zona hijau dan 197 saham di zona merah. Sedangkan 170 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,19 triliun dengan volume 2,4 miliar saham.

Baca juga: Waskita Jual Saham Tol Medan ke Investor Hong Kong

Sementara bursa di kawasan regional pagi ini bergerak variatif. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,79 persen, kemudia indeks Shanghai Komposit menguat 0,32 persen. Sedangkan indeks Strait Times Singapura turun 0,45 persen, dan Nikkei melemah 0,73 persen.

Adapun Wall Street pagi ini ditutup merah. Indesk S&P 500 turun 0,92 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen, dan indeks acuan saham teknologi Nasdaq terkoreksi 0,94 persen.

Pagi ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga masih bergerak di teritori negatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Bloomberg, rupiah pada pukul 09.42 WIB berada pada level Rp 14.543 per dollar AS atau melemah 0,16 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 14.520 per dollar AS.

Baca juga: Apa Itu IHSG? Ini Pengertian, Manfaat, dan Cara Hitungnya

Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, meskipun melemah pagi ini, namun rupiah masih berpeluang menguat pada penutupan pekan. Ini karena, capital inflow (aliran dana asing) yang kembali masuk ke pasar domestik menjadi sentimen positif bagi rupiah ditambah tekanan eksternal yang mereda.

“Data-data ekonomi terbaru seperti cadangan devisa, surplus neraca perdagangan, dan kebijakan akomodatif BI turut menjadi sentimen penguatan bagi rupiah. Hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.490 per dollar AS sampai Rp 14.556 per dollar AS,” ungkap Reny.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.