Kejar Target Mei, Restrukturisasi Jiwasraya Belum Capai 100 Persen

Kompas.com - 23/04/2021, 17:46 WIB
Jiwasraya mempercepat pelaksanaan Program Restrukturisasi Polis Jiwasraya sebagai respons atas antusiasme pemegang polis yang tinggi (Dok. Jiwasraya) Jiwasraya mempercepat pelaksanaan Program Restrukturisasi Polis Jiwasraya sebagai respons atas antusiasme pemegang polis yang tinggi (Dok. Jiwasraya)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jiwasraya tengah mengejar target untuk menyelesaikan restrukturisasi polis pada Mei 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, restrukturisasi belum mencapai 100 persen lantaran masih ada nasabah yang belum menyetujuinya.

Jiwasraya mencatat, sampai 22 April 2021 masih ada 7,5 persen dari nasabah bancassurance yang belum menyetujui restrukturisasi. Sementara 92,5 persen atau 16.157 nasabah telah mengikuti program tersebut.

Dibandingkan bancassurance, lebih dari 20 persen nasabah korporasi dan ritel belum mengikuti program tersebut. Sedangkan nasabah korporasi dan ritel yang setuju restukturisasi yakni masing-masing 79,3 persen dan 73,3 persen.

Baca juga: Jiwasraya Sudah Hentikan Penjualan Produk yang Merugi

Ketua Tim Solusi Jangka Menengah Restrukturisasi Jiwasraya Angger P. Yuwono menyadari bahwa program restrukturisasi belum bisa memuaskan semua pihak. Namun ia menilai ini sebagai langka terbaik untuk menghindari kerugian lebih besar ke depannya.

"Kami menyadari bahwa program restrukturisasi adalah solusi yang tidak menyenangkan, tapi semua ini dilakukan untuk kebaikan bersama, karena tidak ada opsi lain yang lebih baik dari restrukturisasi," kata Angger, Selasa (20/4/2021).

Jiwasraya punya alasan menawarkan opsi restrukturisasi. Alasannya untuk menekan kerugian serta menjaga keberlangsungan manfaat polis bagi 2,5 juta peserta dan nasabah Jiwasraya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tidak segera dilakukan, ekuitas Jiwasraya semakin memburuk karena libilitas terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Hingga 2020, ekuitas Jiwasraya sudah negatif Rp 38,64 triliun sehingga rasio solvabilitas (RBC) pada posisi -1.000,3 persen atau jauh di bawah batas minimal OJK sebesar 120 persen.

Dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial dan politik, maka asuransi pelat merah ini memilih opsi restrukturisasi, transfer portofolio, bail in atau dukungan dana yang tidak secara langsung melalui IFG.

Setelah direstrukturisasi, polis lama akan dihentikan dan diganti dengan polis baru. Kemudian polis dipindahkan ke IFG Life, entitas BUMN yang menyediakan produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan pengelola dana pensiun.

Baca juga: Apindo: Jangan Khawatir, Kasus BP Jamsostek Beda dengan Jiwasraya dan Asabri

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X