Menhub Pastikan Angkutan Logistik Tak Terganggu meski Ada Pengetatan Mudik

Kompas.com - 23/04/2021, 17:51 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok Kementerian PerhubunganMenhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, logistik yang mengangkut kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tak terganggu meski ada pengetatan mudik dan pembatasan penerbangan dari India ke Indonesia.

Bahkan logistik Tol Laut yang mengirim berbagai kebutuhan bahan pangan ke wilayah Indonesia Timur tetap berjalan normal.

"Sehingga kita harapkan pasokan Insya Allah tidak akan bermasalah, logistik tidak berpengaruh (dengan pembatasan yang berlaku)," kata Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Update Syarat Bepergian Sebelum dan Sesudah Larangan Mudik Lebaran

Budi menuturkan, pihaknya sejak awal sudah konsisten sistem logistik menjadi prioritas meski pandemi Covid-19.

Budi secara khusus meminta operator logistik tetap beroperasi seperti biasa tanpa ada pengurangan. Dia pun mendorong operator logistik ini tetap mengirim pasokan barang dan pangan yang meningkat selama bulan puasa dan Idul Fitri.

"Jadi tidak ada larangan atau pembatasan apapun terhadap apapun tentang logistik. Berulang-ulang kami nyatakan logistik tidak ada masalah," sebut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh lapisan masyarakat guna mengurangi penyebaran infeksi Covid-19.

Namun karena masih ada kelompok masyarakat yang ingin mudik sebelum dan sesudah waktu yang ditetapkan tersebut, maka pemerintah mengeluarkan aturan pengetatan.

Aturan tersebut akan berlaku mulai H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei) dan H + 7 peniadaan mudik (18-24 Mei).

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Pengusaha Bus Minta Insentif ke Pemerintah

Dalam aturan, tes pemeriksaan Covid-19, baik dengan swab/PCR test, test rapid antigen, maupun GeNose diperketat. Untuk rapid test antigen misalnya, hasil rapid test antigen harus diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.