6 Alasan Orang Resign Kerja Berjamaah Setelah Lebaran, karena THR?

Kompas.com - 23/04/2021, 21:30 WIB
Ilustrasi resign. SHUTTERSTOCKIlustrasi resign.

 

4. Kurang apresiasi

Ini mungkin jadi alasan pengunduran diri yang paling sering terjadi setelah Lebaran. Tidak ada apresiasi dari kantor atas apa yang telah dicapai karyawan.

Misalnya ketika karyawan sukses menggolkan proyek besar, tidak ada bonus dari kantor. Alasan perusahaan, karena itu sudah menjadi tanggung jawab dan tugas karyawan tersebut.

Malah terkadang ada bos atau perusahaan yang boro-boro memberikan bonus, ucapan terima kasih saja tidak. Kalau sudah begitu, karyawan merasa tidak dihargai kerja kerasnya sehingga memutuskan untuk resign.

Dengan pindah, harapan mereka, akan memperoleh apresiasi dari kantor sehingga dapat terus mengembangkan karier, loyalitas, dan berkontribusi positif bagi perusahaan.

5. Pulang ke kampung halaman

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak pekerja merupakan orang perantauan. Jauh-jauh dari kampung halaman untuk mencari rezeki di kota besar.

Akan tetapi, kamu malah harus mengeluarkan ongkos besar jika ingin mudik menengok orangtua di rumah. Terutama jika menggunakan pesawat sebagai moda transportasinya.

Tak heran, alasan lain karyawan resign pasca Lebaran adalah pulang ke kampung halaman. Kemudian mencari pekerjaan di sana agar selalu dekat dengan orangtua. Apalagi jika orangtuamu sedang sakit, sehingga memaksa kamu untuk merawat mereka.

Baca juga: Larangan Mudik, Penumpang Bisa Refund 100 Persen Jika Batalkan Tiket Perjalanan

6. Lingkungan kerja sudah tidak kondusif

Begitu karyawan tidak nyaman lagi berada di kantornya, bekerja di sebuah perusahaan, mereka pasti akan resign. Ketidaknyamanan ini disebabkan banyak faktor, salah satunya lingkungan kerja sudah tidak kondusif.

Misalnya di antara karyawan terjadi persaingan tidak sehat. Saling menjatuhkan satu sama lain, saling menjilat atau permasalahan lainnya.

Jadi jangan heran, kalau banyak karyawan mengajukan resign karena sudah merasa tidak nyaman dengan rekan kerjanya.

Mau Resign? Pikirkan dengan Matang

Jika kamu betul-betul mau resign, pikirkan dengan matang. Jangan mengambil keputusan saat emosi, kalau tidak ingin menyesal nantinya.

Usahakan sebelum resign, kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang baru. Saat exit interview sebelum resign, beri kritik, saran, atau masukan untuk perusahaan, HRD, maupun atasanmu sehingga dapat melakukan perubahan signifikan dan mempertahankan karyawan di masa depan.

Baca juga: Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.